Published On: Jum, Agu 26th, 2016

Ini Alasan BI Mendukung Warga Wanita Untuk Menjadi Pengusaha UMKM

Di Indonesia, yang paling tahan selama ini dengan krisis ekonomi adalah sektor usaha Mikro atau UMKM. Maka dari itu BI sangat mendukung dan mendorong masyarakat wanita untuk menjadi pengusaha UMKM.

Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo mengatakan bahwa bisnis dari sektor UMKM ini sudah terbukti tahan dengan krisis ekonomi, mulai dari krisis 1998 – 1999. Ketika masa krismon itu banyak perusahaan besar gulung tikar, namun hanya UMKM yang masih bertahan dan melakukan ekspansi.

“Khususnya potensi pelaku UMKM itu ada di kaum wanita Indonesia, apabila sebagian besar wanita di Indonesia benar – benar meningkatkan kemampuannya di bisnis UMKM dan ekonomi kreatif ini akan memberikan sumbangsih yang besar kepada Indonesia,” kata Agus di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Selain itu, menurut Agus berdasarkan data yang diperoleh, sektor UMKM setidaknya telah menyumbang 60,3 persen dari Product Domestik Bruto (PDB). Dengan sumbangsih sebesar itu dari UMKM, akan berdampak kepada total tenaga kerja, dimana total tenaga kerja mampu diserap hingga 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.

Walaupun demikian, Gubernur BI tersebut mengakui bahwa masih banyak yang harus dibenahi untuk meningkatkan kualitas UMKM di Indonesia, mulai dari akses permodalan, akses pasar dan juga kompetensi SDM nya.

Agus mengungkapkan bahwa, pada era perdagangan bebas ini, sudah menjadi hal yang mutlak untuk dilakukan oleh para pemangku kepentingan, yaitu mendukung sepenuhnya terhadap pelaku usaha UMKM, salah satunya yaitu dengan memberikan program pembinaan.

“Jadi kita mestinya menjadi tuan rumah di negara kita sendiri, bahkan kalau bisa kita bersaing di negeri orang, itu cita-cita kita,” ujar Agus.

Dengan pemahaman seprti yang diungkapkan oleh Agus, kini perbankan diwajibkan untuk menyalurkan total kreditnya ke seluruh UMKM sebesar 10%. Selain itu, BI juga telah membuat program pembinaan dan pembukaan akses pasar bagi sektor UMKM.