Published On: Kam, Sep 15th, 2016

2 Rumus Dasar Menghitung Jumlah Asupan Kalori Harian

Jalaon.com – Kalori adalah jumlah satuan energi yang dikonsumsi tubuh, sering dikaitkan saat penyusunan menu makan sehat dan strategi penurunan berat badan. Semakin banyak asupan kalori harian yang tidak terbakar melalui olahraga atau aktifitas fisik, maka mendongkrak kenaikan bobot tubuh. Lalu, bagaimana cara menentukan jumlah asupan kalori harian untuk menurunkan berat badan?

Seperti dilansir dari laman Self, Rabu (15/09/2016), menentukan jumlah kalori harian bisa dengan rumus Basal Metabolic Rate (BMR). Apa itu? “BMR adalah jumlah minimum kalori yang dibakar tubuh dalam keadaan tenang atau tidak bergerak,” ungkap Anna Z. Feldman , M.D. dari Joslin Diabetes Center.

2 rumus sederhana menghitung kalori

2 rumus sederhana menghitung kalori

“Jumlah kalori ini dibutuhkan untuk menunjang fungsi penting seperti bernapas, mengatur temperatur tubuh, mencerna makanan dan memastikan sirkulasi darah terus berjalan. Intinya, kalori dibutuhkan untuk menunjang aktifitas dasar saat tubuh sedang istirahat seharian di atas tempat tidur.”

Dalam penetapan jumlah kalori harian, beberapa pakar punya rumus berbeda-beda. Adapun rumus hitungan kalori untuk wanita menurut Feldman: 655 + (4.35 x berat badan satuan pon) + (4.7 x tinggi badan satuan inci) – (4.7 x usia satuan tahun). Jika bobot tubuh anda 135 pon, usia 25 tahun, tinggi 5 kaki 6 inci, maka kalkulasi BMR sebagai berikut: 655 + (4.35 x 135) + (4.7 x 66) – (4.7 x 25) = 1,435 kalori

Sedangkan beberapa pakar menggunakan formula lain, yakni persamaan ala Mifflin St. Jeor. Menurut pendiri BZ Nutrition, Brigitte Zeitlin, R.D., M.P.H., C.D.N., rumus yang digunakan adalah (10 x berat badan satuan kilogram) + (6.25 x tinggi badan satuan centimeters) – (5 x usia satuan tahun) – 161. Jika bobot tubuh anda 135 pon, usia 25 tahun, tinggi 5 kaki 6 inci, maka kalkulasi BMR sebagai berikut: (10 x 61) + (6.25 x 168) – (5 x 25) – 161 = 1,374 kalori.

Kedua rumus di atas menghasilkan angka kalori berbeda tapi hanya terpaut sedikit. Meskipun tak sama namun bisa dijadikan patokan untuk membatasi asupan kalori harian. “Cara paling baik dan akurat mengetahui BMR yaitu datang ke laboratorium,” ungkap Rachele Pojednic, Ph.D. dari Harvard Medical School.

Penghitungan BMR di laboratorium juga mengukur jumlah karbondioksida yang dikeluarkan tubuh dan jumlah oksigen yang terhirup untuk mengetahui seberapa efisien tubuh memetabolisme kalori.

Bagi yang ingin turunkan berat badan harus mengetahui perhitungan BMR, sebaiknya tidak di bawah 1,200 kalori menurut Academy of Nutrition and Dietetics. Asupan kalori melebihi BMR memicu kegemukan, jika asupan di bawah anjuran BMR membuat bobot tubuh mengecil mulai penurunan bobot tubuh hingga tak mampu peroleh vitamin untuk kebutuhan harian.