4 Bahaya Minum Teh Setelah Makan

fwref

Jalaon.com –¬†Jika makan di sebuah warung atau rumah makan, seringkali minuman yang dipesan adalah teh hangat atau es teh manis.¬†Padahal ada bahaya minum teh setelah makan yang banyak dari kita belum mengetahuinya sama sekali. Bahaya minum teh bagi kesehatan ketika meminumnya terlalu sering dan setelah makan bisa dilihat di bawah ini terlepas dari kandungan antioksidannya yang berhasil dirangkumkan oleh tim Jalaon.com.

 

1. Terhambatnya penyerapan zat besi

Banyak dari kita menganggap bahwa teh adalah teman makan besar yang paling baik karena minuman ini cocok dengan segala jenis makanan. Tapi minuman teh justru malah dapat menghambat penyerapan nutrisi yang tubuh sangat perlukan. Contoh salah satu nutrisi yang bakal terhambat adalah zat besi, apalagi kalau diminumnya tepat setelah makan

 

2. Depresi pasca melahirkan

Akibat dari minum teh setiap sehabis makan, para ibu hamil akan menanggung risikonya juga nanti setelah melahirkan. Kekurangan zat besi dan terjadinya anemia bakal kemudian merambat menjadi sebuah kondisi bernama postpartum depression. Inilah yang kiat katakan sebagai depresi setelah melahirkan. Maka air putih jelas jauh lebih baik untuk dikonsumsi tepat sehabis menikmati makan besar kita.

 

3. Memicu anemia

Jika terlalu sering meminum teh setelah makan besar dapat memicu timbulnya penyakit anemia, seperti yang sudah kita ketahui bahwa penyakit anemia ini adalah termasuk salah satu penyakit yang berbahaya

 

4. Menyebabkan bayi terlahir cacat

Bagi para ibu hamil yang mengonsumsi teh tepat setelah makan dan hal ini dilakukan secara sering, ini akan memberikan dampak buruk saat kelahiran. Parahnya, bayi dapat berpotensi lahir dalam keadaan cacat yang pastinya tak pernah diharapkan oleh sang ibu. Maka dari itu, ada baiknya untuk minum air putih saja ketimbang air teh.

Memang ada banyak kasus di mana seorang bayi memiliki kelainan saat dilahirkan. Tapi khusus untuk bahaya dari minum teh setelah makan terlalu sering, keadaan neural tube defects atau lahir cacat di bagian otak dan tulang belakanglah yang bakal berpotensi besar. Hal ini dapat terjadi karena masih ada hubungannya di mana zat besi tak dapat terserap secara sempurna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here