Published On: Jum, Sep 2nd, 2016

5 Manusia Terkejam Sepanjang Masa

Jalaon.com – Pada ratusan dan ribuan tahun yang lalu adalah masa – masa dimana banyak sekali penjajahan Negara dan juga manusia. Untuk menambah pengetahuan sejarah anda, berikut inilah daftar 6 orang terkejam sepanjang masa versi Jalaon.com  

1. Raja Attila

Attila adalah seorang raja dari orang Hun dari tahun 434 sampai meninggalnya pada tahun 453. Attila adalah pemimpin Hunnic Empire yang terbentang dari Jerman ke Sungai Ural dan dari Sungai Danube ke Laut Baltic. Dibagian terbesar Eropa Barat, dia diingat sebagai seorang yang kejam dan serakah. Kala itu dia menyerang negeri barat dengan melewati Asutria dan Jerman tanpa terhalang. Saat itu ia merampas dan membasmi semua orang yang ada disana dengan keganasannya.  

 

2. Shiro Ishii

Shiro adalah seorang ahli mikrobiologi dan letnan jenderal dari Unit 731, sebuah unit perang biologis dari tentara Jepang selama Perang Sino-Jepang Kedua. Beberapa bentuk kekejaman yang dilakukan oleh Ishii adalah ia beserta orang – orang dibawahnya melakukan penelitian dengan membedah orang-orang yang masih hidup (termasuk melakukan pembedahan wanita-wanita hamil yang juga dihamili oleh para dokter yang melakukan penelitian tersebut), lalu bagian tubuh tahanan diamputasi lalu menghubungkan bagian yang diamputasi tersebut kepada bagian tubuh yang lain.  

Kemudian setelah melakukan pembedahan dan pengamputasian mereka membekukan bagian tubuh tahanan dan digunakan untuk penelitian untuk menguji kelainan gen. Dia juga menjadikan manusia sebagai kelinci percobaan untuk menguji granat dan penyembur api yang dibuatnya. Mereka melakukan penyuntikan penyakit kepada tubuh para tawanan yang disamarkan sebagai vaksinasi, untuk meneliti dampak dari penyakit tersebut. Tujuannya adalah untuk mempelajari dampak dari penyakit dalam yang belum ditemukan obatnya, para tahanan wanita dan pria diinfeksi sifilis dan gonorea secara sengaja melalui pemerkosaan, lalu mereka mempelajarinya. Singkat cerita Shiro Ishii meninggal di usia 67 tahun akibat kanker tenggorokan yang dideritanya.  

 

3. Leopold II

Dia adalah Raja Belgia dari tahun 1865-1909. Dengan bantuan keuangan dari pemerintah Leopold membuat proyek pribadi bernama “Congo Free State”, yang dilakukan untuk menyadap karet dan gading di daerah Kongo Afrika tengah. Ia dan orang – orang dibawahnya mengandalkan kerja paksa dan menyebabkan kematian sebanyak sekitar 3 juta orang Kongo waktu itu. Rezim Negara Bagian Bebas Kongo juga menjadi salah satu skandal internasional peralihan abad yang lebih terkenal keburukannya. Ia menyiksa para pekerja perkebunan karet miliknya dan akhirnya membunuhnya secara kejam sampai di akhir abad, atas hati nurani dunia barat lalu memaksa Brusel untuk mengadakan perhentian.  

 

4. Pol Pot

Pol Pot adalah seorang pimpinan dari Khmer Merah dan Perdana Menteri Kamboja sejak tahun 1976 hingga 1979. Setelah Pol pot menjadi pemimpin de facto sejak pertengahan tahun 1975, Pol Pot menerapkan sistem yang sangat ekstrim dari komunis agraris. Semua penghuni kota ia pindahkan ke lokasi pedesaan untuk bekerja pada pertanian dan bekerja sebagai buruh kasar.

Kombinasi dari perbudakan, malnutrisi, kekejaman dan perawatan kesehatan yang buruk serta eksekusi diperkirakan ada 2 juta orang Kamboja yang terbunuh (kurang lebih 1/3 dari jumlah penduduk saat itu). Semasa kepemimpinannya Ia memperoleh reputasi yang sangat buruk lantaran ia mengeliminasi seluruh kaum cendekiawan dan “musuh negara”. Sementara itu Khmer Merah melakukan pembunuhan masal di area yang dikenal dengan nama “Killing Fields”, kemudian korban eksekusi dikubukan secara masal. Untuk menghemat amunisi, eksekusi tersebut mereka lakukan dengan menggunakan palu, gagang kapak, sekop dan juga bambu runcing.  

 

5. Adolf Hitler

Adolf Hitler adalah seorang Fuhrer pada tahun 1934 hingga kematiannya pada tahun 1945. Pada masa akhir Perang Dunia 2, Hitler mengeluarkan kebijakan terhadap penaklukan wilayah dan ras, dimana kebijakannya menimbulkan kematian dan kehancuran bagi jutaan manusia, terbanyak adalah pembantaian 6 juta orang Yahudi yang dikenal dengan julukan “Holocaust”. Kemudian pada tanggal 30 April 1945, saat pertempuran berlangsung ketika itu pasukan Uni Soviet berada pada jarak kurang lebih 1 hingga 2 blok dari gedung Reich Chancellory, saat itu juga Hitler melakukan bunuh diri dengan menelan kapsul sianida dan menembakkan pistol berulang kali ke kepalanya.