Published On: Rab, Sep 28th, 2016

6 Kelakuan Unik Orang Indonesia Saat Makan Di Warung

Jalaon.com – Warung makan adalah tempat ideal menikmati beragam menu makanan dengan harga hemat di kantong. Banyak orang sengaja datang ke sana saat jam makan pagi, siang dan malam. Di Indonesia ada beragam jenis warung tergantung dari jenis masakan ataupun asal kepemilikan seperti warung bakso atau warung tegal (warteg).

Warung makan bisa dikatakan sebagai restoran mini yang menyimpan sejumlah keunikan dan cerita lucu dari tingkah laku konsumen. Berikut ini beberapa kelakuan ‘nyeleneh’ orang Indonesia saat makan di warung seperti dilansir laman Kaskus, Rabu (28/09/2016).

Kelakuan Unik Orang Indonesia Makan Di Warung

Kelakuan Unik Orang Indonesia Makan Di Warung

1. Tinggal nunjuk

Saat berada di warung, konsumen tinggal nunjuk kaca etalase makanan yang ingin disantap kemudian pemilik warung tinggal ambil sesuai instruksi. Tingkah laku ini sempat dibuat candaan bahwa orang Indonesia pencetus ide layar sentuh alias touch screen.

2. Nangkring

Jarang banget nemu orang makan di restoran sambil kaki bertengger alias nangkring. Pemandangan unik itu lebih sering dijumpai saat makan di warung, apalagi warteg yang konsumennya berasal dari berbagai kelas pekerjaan menengah ke bawah.

3. Suara berdecap

Terasa kurang nikmat makan tanpa suara berdecap, itu salah satu pertanda sajian makanan lezat di lidah. Biasanya sering terdengar suara “SluuurrRRrrruupp!” di warung soto, bakso dan mie ayam.

4. Jilat piring

Saking lezatnya sajian makanan, setetes pun habis tidak tersisa. Sering banget lihat pemandangan dimana seseorang menjilati piring makannya yang sudah habis tak tersisa demi mencicipi minyak dan bumbu.

5. Ngemut jari

Walaupun makan pakai sendok-garpu, ternyata orang Indonesia lebih suka ambil potongan makanan dengan jari tangan. Pada akhirnya muncul kebiasaan ngemut jari untuk mencicipi bumbu dan minyak yang tersisa.

6. Ngutang

Warung jadi tempat makan favorit berbagai kalangan, khususnya menengah bawah, karena boleh ngutang jika kondisi finansial lagi kepepet. Bahkan tak jarang mahasiswa ngekos yang jauh dari kampung halaman terpaksa ngutang makan di warung karena duit bulanan menipis. Pemilik warung tak ragu kasih ngutang jika sudah kenal baik dengan si konsumen.