8 Kalimat Bijak Nan Inspiratif Bunda Teresa

Kumpulan kalimat bijak Bunda Teresa

Jalaon.com – Nama dan sosok Bunda Teresa masih terkenang manis di hati beberapa umat manusia meski sudah lama meninggal dunia. Oleh karena itu, Paus Francis dari Gereja Katolik Roma mendeklarasikan wanita pemenang nobel perdamaian itu sebagai orang suci atau santo. Dilansir laman Time, Minggu (04/09/2016), itu bentuk sebuah penghargaan atas perjuangannya melawan kemiskinan yang dialami masyarakat Kolkata, India.

Selain aktif bantu sesama manusia yang kesulitan ekonomi, Bunda Teresa seringkali melontarkan kalimat kutipan penuh makna inspiratif dalam bentuk ucapan atau tulisan.

1. “Saya segalanya. Saya cinta semua negara, saya anak tuhan yang mencintai umat manusia,” ucapnya saat interview tahun 1995 yang menanyakan perihal status kewarganegaraannya.

2. “Saya lihat seseorang sedang sekarat, saya angkat dia. Saya jumpa orang kelaparan, saya beri dia makan. Dia boleh mencintai dan dicintai. Saya tak lihat orang dari warna kulitnya, saya tak lihat agamanya. Saya tak lihat apapun. Setiap orang apakah Hindu, Muslim atau Budha, bagiku dia saudaraku,” ucapnya di momen interview yang sama.

3. “Lakukan hal biasa dengan rasa cinta luar biasa.” Kalimat itu seringkali terucap dari bibirnya menurut pengakuan seorang pendeta yang mengikutinya dalam misionaris untuk amal.

4. “Cinta berawal dari rumah, dan tidak seberapa banyak kita lakukan, tapi seberapa banyak cinta kita berikan pada setiap tindakan yang kita lakukan,” ucapnya saat beri kuliah nobel perdamaian pada tahun 1979.

5. “Mari kita selalu saling jumpa dengan sebuah senyuman. Senyuman itu awal mula dari cinta,” ucapnya saat kuliah nobel perdamaian di tahun yang sama.

6. “Kita takut masa depan karena kita menyia-nyiakan hari ini,” ungkapnya dalam Where There is Love, There is God.

7. “Masa depan ada di tangan tuhan, menurutku lebih mudah menerima hari ini dan hari kemarin sudah pergi dan hari esok belum datang. Saya hanya punya hari ini,” tulisnya dalam sebuah buku.

8. “Kita telah diciptakan untuk hal-hal yang lebih besar, yakni mencintai dan dicintai,” tulis Bunda Teresa dalam buku berjudul sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here