Published On: Rab, Mei 31st, 2017

Alfian Tanjung Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

IMG_20170531_123417

Jalaon.comAlfian Tanjung hari ini telah dijadwalkan oleh penyidik dari Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka kasus penebaran kebencian dan menuduh istana kepresidenan sudah dipenuhi oleh PKI.

“Sudah tersangka dan penyidik berencana meminta keterangan Alfian sebagai tersangka pada Rabu (hari ini, 31 Mei 2017),“ kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Jakarta, Selasa, 30 Mei 2017.

Argo mengatakan bahwa Alfian Tanjung resmi statusnya menjadi tersangka karena ucapan yang ia lontarkan saat memberikan dakwah di Masjid Jami Said Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Sabtu, 1 Oktober 2016 lalu diduga ada unsur penebaran kebencian dan melanggar penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Alfian mengatakan bahwa istana kepresidenan saat ini sudah dikuasai oleh kader PKI termasuk presiden Jokowi, dimana mereka selalu menggelar rapat pada malam hari di istana. Beginilah ucapan Alfian saat ceramah yang ada dalam video yang kini menjadi viral.

“Mereka sudah menguasai Istana, hampir sebulan ini tak ada lagi konsultan tentara. Rapat-rapat di Istana Negara sekarang ini dipimpin oleh orang yang namanya Teten Masduki, Urip Supriyanto, Budiman Sudjatmiko, Waluyo Jati, Nezar Patria, dan sederet kader-kader PKI, yang mereka menjadikan Istana tempat rapat rutin mereka tiap hari kerja di atas jam delapan malam ke atas. Keren ya, jadi Istana Negara sekarang jadi sarangnya PKI sejak bulan Mei 2016.” Ucap Alfian.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar, Martinus Sitompul mengatakan bahwa Alfian telah ditangkap dan diresmikan sebagai tersangka pada 30 Mei 2017. Ia mengatakan bahwa tujuan polisi untuk menangkap alfian adalah agar ia tidak mencoba melarikan diri serta menghilangkan barang bukti.

Selain itu, Martinus menjelaskan bahwa pihak penyidik Polda Metro Jaya saat ini masih melakukan penyelidikan demi mendalami kasus tersebut.