Published On: Kam, Jun 1st, 2017

Amien Rais Disebut Menerima Aliran Dana dari Proyek Pengadaan Alkes

IMG_20170601_134344

Jalaon.com – Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto menyebut bahwa Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais telah menerima aliran dana senilai Rp 600 juta dari transaksi pengadaan alat kesehatan dalam rangka mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan tahun 2005.

“Ada aliran dana dari Mitra Medidua Suplier PT Indofarma dalam pengadaan alkes dengan PAN yaitu Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti (anak Siti Fadilah) maupun Yayasan Sutrisno Bachir Foundation sendiri,” kata Iskandar di Pengadilan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu, 31 Mei 2017, malam.

Iskandar juga menyebutkan sekretaris Yayasan Sutrisno Bachir Foundation (SBF) telah menerima transfer dana sekitar Rp 800 juta dari PT Mitra Medidua pada tahun 2006.

“Selanjutnya PT Mitra Medidua pada 2 Mei 2006 mengirimkan uang sebesar Rp 741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan sebesar Rp 50 juta ke rekening milik Yurida Adlanini yang merupakan sekretaris pada Yayasan Sutrisno Bachir Foundation (SBF),”

Kemudian setelah menerima transfer tersebut, Yurida mendapat perintah dari Ketua Yayasan SBF, Nuki Syahrun untuk mengalirkan dana sebagian kepada PAN.

Pihak Yayasan SBF juga diduga telah mencampurkan aliran dana dari PT Mitra Medidua tersebut dengan dana pribadi dengan tujuan untuk menghilangkan jejak. Hal ini dikuatkan oleh tidak adanya laporan keuangan pada saat itu.

“Rekening Yurida dipergunakan untuk menampung dana yang masuk kemudian sengaja dicampur dengan dana pribadi dengan maksud menyembunyikan asal-usul dan penggunaannya. Buktinya, tidak ada laporan keuangan yang dibuat baik oleh Yurida maupun Nuki Syahrun atas transaksi keuangan itu,” imbuhnya.