Published On: Kam, Sep 8th, 2016

Anda Suka Tidur Tengkurep? Ini Bahanya

tidur_tengkurap_2

Jalaon.com – Banyak orang yang memiliki kebiasaan tidur dengan posisi tengkurep. Memang posisi tengkurep bagi sebagian orang merupakan posisi yang nyaman untuk tidur. Namun tahukah anda apa bahaya tidur dengan posisi tengkurep?

Tidur tengkurap ternyata sangat buruk bagi kesehatan. Sejumlah gangguan kesehatan bisa muncul dan sampai mengakibatkan kematian.

Seperti yang kita ketahui, saat tidur tengkurap kepala akan menghadap ke bawah. Tentu saja pernafasan akan terganggu karena hidung tertutup oleh bantal. Dan lebih parahnya lagi, bagian dada dan perut juga tertekan saat tengkurap. Sehingga menghalangi dada untuk merenggang dan berkonstraksi saat bernafas. Ini bisa menyebabkan sesak nafas.

Selain mengakibatkan sesak nafas, tidur dengan posisi ini bisa memicu penyakit jantung, hal tersebut disebabkan karena posisi jantung menjadi terhimpit ketika tidur dalam posisi tengkurap. Kondisi tersebut juga tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit lainnya yang terjadi pada kinerja saraf pusat dan otak.

Tidak hanya memicu penyakit mematikan saja yang disebabkan dari posisi tidur yang tidak tepat ini, untuk akibat ringannya adalah bisa menyebabkan tubuh menjadi pegal – pegal ketika bangun. Karena saat itu kepala menghadap kebawah, sehingga rahang menjadi tumpuan untuk menopang kepala. Tulang tengkuk leher menekan ke bawah. Hasilnya, saat bangun tidur leher terasa nyeri.

Lalu bagaimana ketika tidur tengkurep dengan posisi kepala menghadap kesamping kiri atau kanan? pada posisi seperti ini akan membuat tengkuk leher tidak dalam kondisi lurus. Hal ini akan menyebabkan rasa sakit dan nyeri ketika bangun tidur.

Maka dari itu biasakan tidur dengan posisi yang terbaik, yaitu posisi miring menghadap kekanan. Salah satu manfaat dari tidur dengan posisi miring kekanan adalah, makanan akan mudah terkumpul sebelum dilakukan pencernaan, ini yang menyebabkan proses pencernaan pun menjadi sempurna karena semua makanan sudah berhasil dicerna, secara otomatis sisa makanan yang dikeluarkan dalam bentuk kotoran juga sempurna.