Apa Benar Erdogan Pejuang Islam? Ini Kata Gulen yang Mengejutkan

Saat ini umat islam sedang membangga – banggakan seorang Presiden Turki yaitu Recep Tayyip Erdogan karena dianggap sebagai pejuang islam di negara Turki.

Namun menurut ulama Turki Fethullah Gulen dinilai negatif, Erdogan dianggap sebagai tokoh yang merusak Islam dan tidak mendukung Palestina. Apa benar begitu? Fethullah Gulen menjelaskan penilaian-penilaian salah ini dengan detil.

Gullen menganggap bahwa Erdogan saat ini telah melakukan propaganda – propaganda yang cerdik. padahal kenyataannya adalah sebaliknya. Misalnya di tahun 2012 silam, Erdogan diduga telah melakukan tindak pidana korupsi.

Publik kala itu mempertanyakan aset kekayaan Erdogan yang melimpah setelah dua periode menjabat sebagai Perdana Menteri Turki. Salah satu kekayaan itu terlihat dari perusahaan yang mengatasnamakan anaknya yang saat itu masih duduk di bangku kuliah.

Publik mempertanyakan akan hal itu, karena sebelum Erdogan menjadi orang No.1 di Turki, Ia adalah politisi yang berasal dari keluarga yang biasa – biasa saja. Ayahnya juga seorang pensiunan, bukanlah pengusaha kaya.

“Sekarang kekayaannya semakin melimpah. Anak Erdogan yang saat itu masih duduk di bangku kuliah pun sudah memiliki banyak kapal – kapal dan kontainer. Bahkan dia juga bisa mengirim dana ke luar negeri berjumlah miliaran dollar,” kata Gulen dengan tegas dan tenang saat ditemui di kediamannya di Kamp Golden Generation, Worship and Retreat Center (GGWRC), yang terletak di pedesaan Pensylvannia, Amerika Serikat, Minggu (21/8/2016).

Saat ia menjabat sebagai presiden Turki, ia memanfaatkan kekuasaannya, Ia berhasil mengendalikan pengadilan untuk tidak memproses dugaan tindakan korupsi kepada dirinya. Akhirnya, sampai sekarang dugaan kasus korupsi Erdogan pun lenyap tak bersuara. Jika memang Erdogan benar – benar seorang pejuang islam, seharusnya dia tidak melakukan korupsi.

Gullen berpendapat bahwa Erdogan ini bisa berpotensi seperti Saddam Hussein atau Hitler jika ia memegan kekuasaan yang besar.

Gulen menceritakan kabar yang diperoleh dari seorang parlemen di Turki yang cukup mengejutkan, dan sekarang orang tersebut juga tinggal di Amerika.

“Selama empat tahun bersama Erdogan di AK Party, dia menyebut, kalau ia sama sekali belum pernah melihat Erdogan melaksanakan salat di parlemen. Kalau memang ada muslim Indonesia yang menganggap dia sebagai pejuang Islam, ya silakan saja,” ujar dia.

Juga ada yang menceritakan kepada Gulen bahwa Erdogan pernah melaksanakan rapat pada waktu shalat jumat.

“Akhirnya Erdogan dan peserta rapat pun tidak melaksanakan sholat jumat. Ada pula yang memperhatikan selama ini Erdogan hanya terlihat sholat tahajud satu kali. Kalau memang publik masih menyebut Erdogan sebagai muslim sejati, ya silakan,” tambahnya.

Ada satu hal lagi yang disampaikan oleh Gulen mengenai Erdogan. Gulen juga pernah diberitahu oleh salah seorang menteri Turki. Ia mengatakan “Apa yang dilakukan Erdogan mengatasnamakan Islam, itu hanyalah sebuah topeng atau kepalsuan. Erdogan hanya ingin dirinya disebut sebagai amirul mukminin. Karena Erdogan sangat senang jika dirinya dianggap sebagai amirul mukminin”. tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here