Published On: Ming, Sep 11th, 2016

Astaga, Ini 11 Tanda Fisik Akibat Stres Berat

Jalaon.com – Semua orang pernah mengalami stres dalam berbagai macam tingkatan. Paling parah adalah stres berat yang mempengaruhi langsung kesehatan fisik. Berdasarkan sejumlah hasil studi, para pakar menyimpulkan 11 tanda fisik akibat stres berat sebagaimana dilansir laman Self, Minggu (11/09/2016).

Dampak stress yang menyerang tubuh

Dampak stress yang menyerang tubuh

1. Sakit leher

Ketegangan otot adalah salah satu bukti penumpukan stres secara fisik. Biasanya titik pusat berada di sekitar kepala. Intinya, stres berat mengakibatkan bahu dan leher dalam kondisi sangat menegang.

2. Sakit kepala

Stres picu ketegangan sekitar kepala. Pada akhirnya picu beragam jenis sakit kepala seperti migrain atau memperburuk kondisinya.

3. Mual

Ketika stres memuncak langsung pengaruhi lambatnya sistem pencernaan dan sistem saraf. Perut pun terasa mual seperti ingin muntah.

4. Rambut rontok

Banyak orang bilang stres picu kerontokan rambut. Semua itu benar adanya. Namun sebagian besar kasus menyebutkan bahwa kerontokan bersifat sementara. Jika pikiran kembali tenang, rambut pun segera tumbuh.

5. Gemuk

Stres berat mengakibatkan pelepasan hormon kortisol dalam jumlah besar mengalir via pembuluh darah. Hormon itu memicu tubuh cepat lapar dan ingin memakan sesuatu, selain itu turut menahan kalori karena mengira tubuh dalam keadaan darurat.

6. Jerawat

Peningkatan hormon kortisol memicu jerawat yang tidak akan mudah hilang begitu saja meski sudah memakai obat.

7. Detak jantung cepat

Peningkatan hormon kortisol memicu detak jantung lebih cepat dalam jangka pendek, dan nyeri dada. Stres berat picu tekanan darah tinggi dan kenaikan kadar kolesterol. Semua bertambah parah jika digabungkan kebiasaan tak sehat seperti banyak makan, fisik kurang aktif dan merokok.

8. Insomnia

Saat seseorang dalam kondisi stres berat akan susah pejamkan mata saat tidur malam. Intinya, stres berat ganggu kualitus tidur mengakibatkan insomnia.

9. Gampang sakit

Sistem imun menurun dratis akibat stres berat berkepanjangan. Bila dibiarkan begitu saja tanpa tertangani, tubuh lebih gampang jatuh sakit. Hal ini berdasarkan sejumlah hasil studi.

10. Haid tak teratur

Kadar kortisol tinggi berdampak pada hormon seksual yang mengatur ovulasi, sehingga periode haid tidak teratur. Stres berat membuat tubuh berhenti melepaskam sel telur, artinya haid bulanan urung terjadi.

11. Kelelahan

Stres berat mengakibatkan insomnia, susah tidur sehingga badan kurang fit keesokan hari. Pada akhirnya, seseorang tampak kurang semangat, letih lesu dan kelelahan.