Awas, Efek Samping Bokong Kelamaan Duduk Di Kursi

Efek Samping Pantat Keseringan Duduk Di Kursi

Jalaon.com – Kalau lagi lembur kerja seharian penuh seorang pekerja bisa duduk depan meja kerja lebih dari 8 jam. Ketika harus berdiri bokong pun terasa agak nyeri. Itulah salah satu dampak akibat kelamaan duduk dan jarang gerak mondar-mandir. Sebagian besar kasus tercatat bahwa duduk kelamaan setiap hari penyebab bokong tepos.

“Ketika anda duduk seharian penuh, maka yang terjadi adalah penutupan glutes,” ungkap pendiri Bespoke Treatments Physical Therapy, Dan Giordano, D.P.T., C.S.C.S., dilansir laman Self, Selasa (20/09/2016). Glutes berdampak langsung pada pergerakan panggul, rotasi tulang panggul dan stabilitas panggul. Perlu diketahui bahwa sesuatu yang buruk pada pantat berdampak buruk bagi seluruh tubuh.

Efek Samping Pantat Keseringan Duduk Di Kursi
Efek Samping Pantat Keseringan Duduk Di Kursi

Efek samping bokong kelamaan duduk di kursi apalagi dengan postur tubuh salah mengakibatkan fleksor pinggul mengencang dan mencegah pengaktifan glutes. “Ketika ini terjadi tulang panggul tak bisa memutar maju, mengakibatkan tindihan di punggung bawah yang memicu sakit pinggang,” ungkap Giordano.

Jika tidak ada pengecekan secepat mungkin dapat mengakibatkan sakit kronis. “Efeknya tidak langsung dirasakan sekarang, tapi duduk seharian selama lima tahun akan mempercepat hasilnya,” tambahnya.

Nyeri sekitar pantat dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. “Jika panggul atau glutes tidak bekerja semestinya dapat meningkatkan dampak pada lutut dan pergelangan kaki,” beber Giordano. Ketika beban otot besar (pantat) tidak ditarik maka tekanan dan gaya berpindah ke titik-titik lebih lama.

Pantat lebih lemah berdampak serius pada rutinitas sehari-hari. Otot gluteus tidak bekerja terus-menerus akan melemah jika tidak terus aktif. Ini disebut otot atrophia yang dapat merusak semua upaya kerja keras untuk membangun otot kuat pada pantat. Bahkan terasa lebih susah daripada sebelumnya saat melakukan squat.

Kebanyakan duduk mengubah bentuk pantat, kasus ini sering terjadi pada seseorang yang lebih banyak bekerja di depan meja tanpa kegiatan lain. Efek terburuknya membuat pantat rata alias bokong tepos. Untung saja perubahan bentuk pantat masih bisa kembali diperbaiki dengan intesitas pergerakan aktif seperti olahraga. Gerakan squat selama ini dianggap efektif mengangkat kembali otot besar pantat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here