Published On: Rab, Agu 24th, 2016

Ingin Bebas Dari Diabetes? Konsumsi 4 Pengganti Gula Ini

Jalaon.com – Dibalik rasa manis gula tersimpan potensi bahaya yang mengancam kesehatan tubuh. Diabetes merupakan salah satu penyakit akibat asupan gula berlebih yang menelan banyak korban jiwa. Jika tak mau bernasib tragis, disarankan mencari pengganti rendah kalori tanpa mengurangi sensasi manis di lidah.

Selama ini masyarakat Indonesia hanya mengenal pengganti gula dalam kemasan merek tertentu seakan tak punya alternatif murah lainnya. Padahal ada empat pilihan terbaik nan alami seperti dilansir dari laman Inquisitr, Selasa (23/08/2016).

1. Madu asli

Mengkonsumsi madu asli setiap hari sangat baik untuk kesehatan tubuh, bahkan cocok mengambil alih peran gula. Jangan pilih madu hasil pasteurisasi yang sudah kehilangan banyak khasiat dan tak jauh berbeda dari gula. Adapun kekurangan madu asli sebagai pengganti gula yaitu tidak bisa digunakan memasak yang berada di suhu panas tinggi, sehingga cara terbaik cukup ditambahkan ke makanan dan minuman.

Hasil studi melaporkan bahwa madu asli berkhasiat mengurangi berat badan dan lemak jika sering dikonsumsi menggantikan gula. Selain itu turut mengandung senyawa antibakteri yang menguntungkan tubuh.

2. Stevia

Cari pengganti gula untuk memasak? Stevia adalah pilihan tepat ketimbang madu asli karena dapat dipakai memasak beragam jenis makanan. Sayangnya, secangkir Stevia jauh lebih manis ketimbang secangkir gula. Hati-hati ketika menuangkan ke masakan, coba lakukan eksperimen rasa agar hasil akhir tidak kemanisan.

3. Gula kelapa

Popularitas gula kelapa terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan hampir menandingi eksistensi minyak kelapa, santan dan air kelapa. Rasa manisnya mungkin hampir menyerupai gula merah, namun agak berbeda di lidah. Menurut sejumlah laporan gula kelapa menyimpan dampak glikemik lebih rendah ketimbang gula dan kaya mineral penting seperti kalsium, magnesium dan kalium yang atasi tekanan darah rendah.

4. Sirup maple

Namanya mungkin terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia, tetapi sudah tersedia di sejumlah supermarket dan apotik ternama. Meski mengusung kata sirup, bukan berarti menawarkan rasa manis saja. Hasil studi menyebutkan bahwa pengganti gula itu menyimpan 54 jenis antioksidan yang efektif melawan diabetes dan kanker.