Berdasarkan Survei, Tidur Bersama Anak Berdampak Buruk Bagi Pernikahan

Pada umumnya sebuah pasangan suami istri yang masih memiliki anak usia balita, akan lebih memilih untuk tidur bersama anak – anaknya. Namun tahukah anda bahwa tidur bersama – sama anak dapat berdampak buruk bagi pernikahan?

Sebuah survei yang dilakukan oleh website parenting Born Smart di India menunjukkan, 68 persen keluarga yang disurvei tinggal di rumah dengan dua kamar tidur. Namun, 78 persen dari jumlah tersebut mengaku tidur bersama anak-anak mereka. Fakta ini menunjukkan ruangan bukan alasan bagi orang tua untuk tidur bersama anak.

Berdasarkan survei, sebanyak 75 % orang setuju bahwa tidur bersama dengan anak akan berdampak buruk bagi hubungan pernikahan, karena dapat mengurangi kemesraan bersama pasangan.

Mayoritas istri merasa kadar keintimannya dengan suami menurun karena jarang berhubungan seksual setelah anak lahir. Hal ini karena para istri lebih memilih menemani anak tidur sehingga melupakan kemesraan dengan suami.

Maka dari itu, banyak pria yang merasa frustrasi dan akhirnya melampiaskan frustasinya dengan clubbing atau mabuk-mabukan. “Orang tua seharusnya tidak lupa bahwa mereka suami istri yang membutuhkan waktu untuk berduaan,” kata aktivis pendidikan dan ahli parenting, Swati Popat Vats, seperti dilansir dari laman Timesofindia.

Namun ada juga orang tua yang berusaha untuk menidurkan anak dikamar yang berbeda, tapi pada akhirnya tidak tega meninggalkan anak sendiri dikamar yang berbeda dan memilih tidur bersama – sama anak lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here