Published On: Jum, Feb 24th, 2017

Berkunjung Ke Bali, Raja Arab Pancing Turis Timur Tengah Ke Bali

raja arab

Jalaon.com – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulazis al-Saud merencanakan berkunjung ke Bali dalam bagiannya lawatan ke Indonesia. Dipastikan selama lima hari mulai 4 Maret, sejumlah objek Wisata di Bali bakal dipenuhi rombongan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulazis al-Saud, itu.

Dikutip dari Merdeka  raja Arab ini tidaklah sendiri berkunjung ke Pulau Dewata Bali. Tentu saja, rencana pelesiran orang nomor satu di jazirah Arab itu pun disambut antusias para pelaku pariwisata di Bali. Salah satunya adalah I Wayan Puspa Negara yang menilai Bali akan mendapat keuntungan gratis dari rencana libur panjang Raja Salman tersebut.

“Bali mendapat public relation yang tinggi di kalangan warga Arab. Kedua, segmen market turis Arab yang selama ini masih sangat kecil bisa meningkat selepas kunjungan Raja Salman,” kata Puspa Negara, Jumat (24/2).

Dia yang juga mantan Anggota Dewan di Kabupaten Badung ini mangatakan bahwa saat ini Bali mendapat award The Best Destination in the World versi Majalan Destin Asia. Artinya, kata dia, kehadiran Raja Salman kesempatan emas yang harus dimanfaatkan bagi Bali untuk meningkatkan kunjungan turis Arab.

“Selama ini, turis Arab dikenal royal dalam membelanjakan uangnya kala berlibur. Ini sangat menguntungkan bagi Bali,” singkatnya.

Sementara itu Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, jika dilihat dari ketertarikan wisatawan asal Timur Tengah biasanya cenderung menginap di kawasan pantai seperti Nusa Dua.

“Saya kira rombongan Raja Salman akan menginap di kawasan Nusa Dua. Karena selain mencari kawasan pantai juga identik dengan kemewahan sesuai karakteristik wisatawan Timur Tengah,” katanya.

Pria yang akrab disapa Cok Ace menyebutkan, kunjungan Raja Salman akan berimbas positif bagi pariwisata Bali. Kedepan tentunya akan memicu lebih banyak lagi warga Arab Saudi untuk berwisata ke Bali.

Pihaknya juga menyatakan jika peningkatan wisatawan Arab Saudi ke Bali cukup signifikan dari 2015 ke 2016 terjadi kenaikan hingga 46,27 persen atau dari 7.003 menjadi 10.243 wisman.