Published On: Sab, Agu 12th, 2017

BPS : Adanya Transaksi Online tidak akan Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

Jalaon.com – Kepala BPS Suhariyanto menegaskan bahwa berubahnya budaya dari belanja konvensional ke belanja online tidak akan mempengaruhi turunnya daya beli masyarakat.

Suhariyanto menilai bahwa yang terpengaruh hanyalah cara belanja masyarakat yang mulai berubah, namun untuk jumlah barang yang keluar dan barang supply akan tetap sama.

” Saya akan bilang bahwa online itu hanya perubahan transaksi kalau dulu orang beli barang sekarang lewat online tapi jumlah barang yang dibeli tentunya sama,” ungkapnya dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

BPS telah melakukan survei kecil dengan melibatkan 10.500 rumah tangga terkait hal ini, dan hasilnya mengatakan bahwa 15 persen dari responden rumah tangga pernah berbelanja online.

” Kita lakukan survei kecil 10.500 rumah tangga bilang 15 persen rumah tangga pernah berbelanja online,” katanya.

” Tapi saya yakinkan bahwa produk yang dijual tetap sama jumlahnya. Shifting ada, tapi tidak berpengaruh ke daya beli. Harganya memang lebih murah dan kita masih perlu waktu dampak online yang harganya lebih murah berpengaruh inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” sambungnya.