Published On: Sel, Agu 23rd, 2016

Makan Buah Jeruk Atasi Penyakit Berbahaya Akibat Obesitas

Jalaon.com – Aneka macam buah jeruk kaya vitamin dan senyawa penting, seperti antioksidan, yang bantu menjaga kesehatan tubuh. Kini studi terbaru menyebutkan bahwa buah berdaging orange itu sanggup mencegah efek berbahaya obesitas. Laporan itu disampaikan para peneliti saat menghadiri acara yang diselenggarakan American Chemical Society (ACS), yakni National Meeting & Exposition ke-252.

“Laporan kami mengindikasikan bahwa di masa depan kita dapat memakai flavanone dari buah jeruk -suatu golongan antioksidan- untuk mencegah atau menghambat penyakit kronis akibat obesitas,” ungkap salah satu anggota tim peneliti Paula S. Ferreira dilansir dari laman Sciencedaily, Senin (22/08/2016).

Obesitas meningkatkan resiko sakit jantung, sakit liver dan diabetes yang terjadi akibat peradangan dan stres oksidatif. Ketika manusia melahap makanan berminyak, secara tidak langsung menumpuk lemak di dalam tubuh. Kelebihan lemak menghasilkan senyawa yang merusak sel. Biasanya tubuh dapat melawan dengan antioksidan, namum pada kasus obesitas dengan kadar lemak tinggi justru membuat tubuh tak mampu meredam kerusakan sel.

Aneka macam buah jeruk kaya kandungan antioksidan, suatu golongan yang disebut flavanone. Hasil studi menyebutkan bahwa flavanone mampu atasi stres oksidatif. Guna mengetahui khasiat senyawa tersebut, peneliti mencari tahu dengan tikus percobaan yang diberi asupan makanan berlemak tinggi.

Tim peneliti Universidade Estadual Paulista (UNESP) di Brazil melibatkan 50 tikus yang disuntikkan flavanones di buah orange, limau and lemon. Adapun penelitian fokus pada tiga jenis flavanone seperti hesperidin, eriocitrin dan eriodictyol. Dalam sebulan peneliti mengamati tikus yang terbagi dalam tiga grup, yaitu makanan berlemak tinggi plus hesperidin, makanan berlemak tinggi plus eriocitrin dan makanan berlemak tinggi plus eriodictyol.

“Hasil studi kami tidak menunjukkan tanda penurunan berat badan akibat flavanone,” ungkap pemimpin tim peneliti Thais B. Cesar, Ph.D. “Meski berat badan tikus tidak berkurang, namun flavanone beri dampak positif seperti menurunkan stres oksidatif, cegah kerusakan liver dan kurangi kadar glukosa dalam darah.”

Selanjutnya tim peneliti akan mencari tahu dampak flavanone ke tubuh manusia sekaligus menemukan metode tepat untuk mengkonsumsinya, entah itu makan buah jeruk langsung, dibuat jus atau minum berbentuk pil.