Dana Repatriasi Program Pengampunan Pajak Capai 142 Triliun

erfwfwf

Jalaon.com – Hingga saat ini Warga Negara Indonesia masih dilihat sangat antusias untuk turut ikut dalam program pemerintah, Tax Amnesty. Program Pengampunan Pajak tahap kedua sudah berjalan sepekan. Di akhir pekan ini, nilai pelaporan harta maupun dana tebusan terus meningkat setiap harinya.

Seperti informasi yang disampaikan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (7/10/2016), pukul 14.22 WIB, nilai komposisi harta berdasarkan Surat Pernyataan Harta (SPH) yang disampaikan mencapai Rp 3.789 triliun.

Komposisi itu terdiri atas deklarasi harta dalam negeri sebesar Rp 2.670 triliun, lalu deklarasi luar negeri sebesar Rp 977 triliun, dan dana repatriasi sekitar Rp 142 triliun.

Selain itu, komposisi uang tebusan berdasarkan SPH antara lain sebanyak 393.897 untuk jumlah SPH. Dari jumlah itu, sebesar Rp 80 triliun berasal dari wajib pajak (WP) Orang Pribadi Non-UMKM, sebesar Rp 10,3 triliun dari WP Badan Non-UMKM, dari WP Orang Pribadi UMKM Rp 2,97 triliun, dan WP Badan UMKM Rp 195 miliar.

Sementara itu, uang tebusan berdasarkan Surat Setoran Pajak (SSP) mencapai Rp 97,3 triliun. Terdiri dari pembayaran tebusan Rp 93,8 triliun, pembayaran bukti permulaan (bukper) Rp 364 miliar, dan pembayaran tunggakan sebesar Rp 3,06 triliun.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita pada 6 Oktober 2016, telah mengungkapkan bahwa pelaksanaan program tax amnesty tersebut memiliki beberapa tujuan. Dalam jangka pendek, pemerintah mendapatkan uang tebusan tax amnesty yang kini sudah hampir mencapai Rp 100 triliun. Kemudian tujuan yang selanjutnya adalah bertambahnya basis Wajib Pajak (WP).

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ken Dwijugiasteadi, mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami peningkatan ekonomi yang cukup signifikan apabila terkumpulnya dana repatriasi tax amnesty tersebut diputar untuk kegiatan produktif, misalnya saja pembangunan infrastruktur negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here