Published On: Sel, Agu 9th, 2016

Ditemukan Ikan Unik di Minahasa Sulawesi Utara

Jeffry Nggala, menunjukkan ikan unik yang ditemukannya di kawasan Pantai Kalingsey Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara, Selasa (9/8/2016). Ikan ini diduga berasal dari perairan laut dalam.

 

Warga Minahasa Sulawesi Utara saat ini telah digegerkan dengan ditemukannya ikan unik yang menyerupai ikan hiu namun berwarna gelap dan bersisik kasar. Diduga, ikan yang ditemukan di kawasan Pantai Kalasey Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara ini adalah jenis langka dari perairan laut dalam.

“Saya temukan ikan mirip hiu itu, Minggu 7 Agustus 2016 lalu. Saat itu sedang berada di Pantai Kalasey bersama anak-anak. Awalnya saya mengira itu duyung. Saat ditemukan, ikan tersebut sangat lemah. Saya coba selamatkan dan membawanya ke rumah, tetapi ikan itu sudah mati,” ucap Jefry Nggala, Selasa, 9 Agustus 2016.

Ikan unik yang mirip hiu ini memiliki ukuran panjang tubuh 60 cm. Bentuknya persis ikan Hiu. Hanya saja ikan unik tersebut memiliki sirip empat, di kiri dan kanan tubuhnya, sehingga sepintas mirip alat bantu berjalan. Bahkan, sejumlah nelayan lokal mengaku belum pernah melihat jenis ikan tersebut sebelumnya.

Jefry yang juga anggota Polsek Urban Wanea Manado ini pun berinisiatif untuk meletakkan ikan unik tersebut di wadah berisi es. Karena dirasa ikan tersebut sangat unik dan langka.

“Setelah menemukan saya mempostingnya di media sosial facebook. Banyak orang yang komentari dan ingin membeli ikan itu tapi saya tidak mau menjual. Saya ingin ikan itu diteliti lebih lanjut oleh akademisi,” kata Jefrry.

Penampakan ikan unik yang ditemukan warga di Pantai Kalingsey Kabupaten Minahasa

 

Bahkan kata Jeffry, ada orang asing luar negeri yang mengirim pesan dan ingin membeli ikan unik itu. “Ada peneliti ikan hiu dari Malaysia, Selandia Baru dan beberapa negara lainnya, menawarkan ingin membeli ikan itu harga berapa saja,” ujar Jeffry

Edwin Ngangi, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado menjelaskan, kemungkinan besar ikan tersebut hidup di perarian dalam. “Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi secara tepat jenis spesiesnya,” ujarnya.

Hari ini, Selasa 9 Agustus 2016, berdasarkan laporannya, timnya akan berkumpul melakukan simulasi untuk meneliti ikan tersebut di Laboratorium Bioteknologi Jurusan Biologi FMIPA Unsrat Manado. “Kalau sebentar simulasi berjalan lancar, maka Rabu besok kita mulai teliti. Hasilnya, kalau soal DNA mungkin dua minggu nanti, soal spesies itu yang agak lama menunggu hasilnya,” kata Donny.

Perairan Sulawesi Utara dikenal luas di dunia internasional. Beberapa tahun lalu juga sempat ditemukan ikan purba Coelacanth atau Latimeria menadoensis.