Published On: Jum, Sep 2nd, 2016

Hati-Hati, 8 Senyawa Racun Pada Produk Perawatan Kulit

Jalaon.com – Semua wanita tak bisa lepas dari pemakaian produk perawatan kulit. Mereka rela bayar mahal dan pakai setiap hari demi hasil optimal. Padahal beberapa merek menyertakan bahan kimia dengan efek samping berbahaya di masa depan. Dilansir laman Popsugar, Kamis (1/09/2016), ada delapan “senyawa racun” kimia yang sering digunakan.

1. Paraben

Biasanya paraben sering disertakan ke produk perawatan kulit, sabun tangan hingga produk pembersih rumah sebelum penggunaannya resmi dilarang. Fungsi utamanya menjaga formula dan cegah kehadiran jamur, sehingga produk bisa tahan selama 2-5 tahun.

2. Phenoxyethanol

Fungsinya hampir serupa paraben, yakni sama-sama menjaga kualitas produk. Sebenarnya phenoxyethanol itu pengganti alternatif paraben yang penggunaannya sudah resmi dilarang. Padahal negara-negara Eropa sudah resmi melarang penggunaan phenoxyethanol yang memicu alergi dan merusak sistem saraf.

3. Hydroquinone

Bahan pemutih bersifat keras itu sering disertakan ke produk pencerah kulit. Penggunaan hydroquinone berpotensi picu kanker, keracunan sistem organ dan iritasi saluran pernapasan. Sekarang ini pengunaannya sudah dilarang keras untuk produk kecantikan di Kanada, Amerika dan Eropa.

4. Dimethicone

Sejenis silikon sintetis untuk menghasilkan tekstur pada produk kecantikan, membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit, menutup garis-garis halus dan keriput. Sebenarnya lapisan pelindung yang terbentuk justru mengurung bakteri dan kulit kering. Kini penggunaan dimethicone dilarang keras karena dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.

5. Polyethylene glycol (PEG)

Senyawa kimia yang mengemulsi formula dan menambah penetrasi bahan lainnya ke dalam kulit. Kemungkinan besar mudah terkontaminasi kotoran seperti logam berat dan ethylene oxide.

6. Retinol

Walaupun bantu haluskan kulit serta kurangi penampakan kerutan dan luka bekas jerawat, retinol ternyata menyimpan dampak negatif seperti kulit sensitif sinar matahari, iritasi dan kekeringan.

7. Peptida sintesis

Biasanya disertakan ke produk antiaging untuk mengurangi kerutan dan dongkrak produksi kolagen. Ada banyak jenis peptida yang sering digunakan produk perawatan kulit.

8. Propylene glycol

Senyawa ini bantu menstabilkan produk, mengisap air untuk jaga keseimbangan kadar lembab. Selain itu turut digunakan untuk proses produksi polister dan bertindak sebagai anti beku.