Published On: Sen, Agu 14th, 2017

Hindari Kerugian, Garuda Kaji Ulang Rute yang Tidak Efektif

Jalaon.com – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia saat ini tengah mengkaji ulang untuk menentukan langkah solusi demi mengatasi kerugian perusahaan.

Seperti diketahui, perusahaan maskapai pelat merah ini mengalami kerugian sebesar US$283,8 juta pada Semester 1 tahun 2017 secara keseluruhan. Tentu saja kerugian tersebut cukup tinggi.

Sementara itu Deputi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membawahi bisnis Garuda Indonesia, Gatot Tri Hargo mengusulkan kepada pihak manajemen Garuda agar mengkaji ulang dan mengurangi rute yang dinilai kurang efektif.

Gatot menilai rute ke Eropa merupakan bisnis yang berpotensi merugikan perusahaan dikarenakan biaya transportasi yang cukup tinggi dan tidak sebanding dengan pemasukan yang diterima perusahaan.

“Rute ke Eropa, seperti ke London itu cost-nya besar sekali, tidak sebanding dengan okupansi. Jadi hal-hal semacam ini harus segera dihilangkan,” kata Gatot, Senin (14/8/2017).

Selain itu Gatot menjelaskan bahwa untuk rute ke negara – negara eropa memerlukan maskapai yang berukuran lebar seperti Boeing 777 yang secara otomatis akan membutuhkan biaya operasional yang cukup tinggi, sehingga dibutuhkan pula prudent yang seimbang.

Gatot juga menerangkan lebih baik apabila Garuda lebih fokus menggarap pasar yang sudah terbukti menghasilkan untuk bisa menutupi kerugian perusahaan.

“Garuda Indonesia itu fokus saja dulu ke pasar penerbangan haji dan umrah, sama ke Asia saja, karena ini pasar sudah jelas,” terangnya.