Published On: Sab, Agu 20th, 2016

Imam Besar New York Menyesalkan Palestina Hilang dari Google Maps

Kabar yang sangat menggemparkan sekaligus menyesalkan bagi para netizen dunia, yaitu dengan menghilangnya Palestina dari Google Maps. Google Maps telah menggantinya dengan Israel.

Bahkan salah seorang netizen bernama Zak Martin mengajukan protes melalui petisi di Change.org yang telah ditandatangani lebih dari 250 ribu orang.

Imam Besar New York, Shamsi Ali mengatakan bahwa tindakan Google tersebut dianggap sebagai bentuk penghinaan kepada bangsa Palestina dan seluruh umat muslim di dunia.

“Saya kira itu sebuah blunder dari Google dengan menghilangkan Palestina, bahkan Palestina adalah negara asli yang ada di Timur Tengah, oleh karena itu saya kira ini sebuah penghinaan bukan hanya kepada warga Palestina tapi kepada bangsa dunia islam,” katanya usai memberikan tausiah di Masjid Salam ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Minggu (14/8/2016).

Sebagai bentuk protes dari Shamsi Ali, ia telah mengirimkan email kepada google, dan berharap mendapat respon dari Sundar Pichai yang merupakan pemimpin google.

“Sudah, sudah banyak email yang kami kirim dan kami menunggu respon dari mereka,” jelas Shamsi

Google mengatakan bahwa memang dari awal label Palestina tidak da di layanan peta Google Maps. Selain itu, Google menyebut memang ada masalah yang menyebabkan Jalur Gaza dan Tepi Barat menghilang dari Maps.

Namun ada pendapat yang berbeda lagi dari juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, Ia mengatakan bahwa hilangnya Palestina dari Google Maps seharusnya tidak diambil pusing. Pasalnya, Google Maps bukanlah peta resmi.