Published On: Sel, Agu 23rd, 2016

Ini Alasan Kenapa Facebook Bisa Bikin Merana

Facebook adalah sosial media yang masih populer hingga saat ini, dimana bisa dijadikan para member untuk berbagi moment bahagia, share foto atau tulisan.

Namun, baru – baru ini para peneliti menemukan hal baru terkait dampak dari facebook ini. Bahwa browsing Facebook dan menatap layar penuh dengan status dan momen membahagiakan yang di share oleh orang lain membuat kita tidak bahagia.

Studi dari Denmark ini mengungkapkan bahwa orang-orang yang tidak memiliki akun Facebook bisa merasa jauh lebih bahagia. Bagaimana bisa?

Karena ternyata, Facebook mudah membuat kita untuk merasakan iri dengan apa moment kebahagiaan yang di share oleh orang lain. Atau bahkan mudah sekali terbawa emosi ketika melihat komentar – komentar yang membuat pengguna tersinggung.

“Alih-alih berfokus pada apa yang kita sesungguhnya butuhkan, kita memiliki kecenderungan untuk fokus pada apa yang orang lain miliki,” kata pengarang studi.

Studi ini telah melibatkan 1.000 peserta, separuhnya dihimbau untuk tidak membuka akun Facebook mereka selama satu minggu, sementara separuhnya dipersilakan untuk melihat-lihat akun Facebook miliknya seperti biasa sehari – hari.

Survei membuktikan bahwa selama seminggu, 88 persen peserta yang tidak menggunakan Facebook merasa jauh lebih bahagia.

Dikutip Metro.co.uk, inilah 3 hal yang kita lakukan di Facebook, dan terbukti membuat tidak bahagia menurut sains.

 

Melihat momen kebahagiaan yang orang lain share bisa membuat kita menderita

Menghabiskan waktu berjam – jam menatap layar halaman facebook dengan melihat – lihat apa yang di posting teman facebook mampu membuat kita menderita, iri karena ingin juga merasakan apa seperti yang mereka rasakan saat itu.

Dengan hanya orang lain mengunggah momen bahagia, tanpa disadari kita membandingkan diri dengan mereka. Kita akan merasa hancur karena kehidupan kita tidak sama dengan yang mereka alami saat itu. Walaupun tidak menutup kemungkinan mereka juga pernah merasakan apa yang kita rasakan saat terpuruk.

 

Mengunggah momen kebahagiaan kita bisa membuat teman sebal

Pernahkah anda share foto – foto anda ketika berlibur? ini bisa jadi membuat teman anda kesal, bagi teman anda yang sedang galau merana kesepian di dalam rumah.

Masalah ini jadi makin buruk di Facebook dibanding di dunia nyata, menurut periset. Orang-orang akan menerima unggahan tersebut sombong, pamer atau ‘meninggi’ dari teman-teman yang mereka tidak terlalu dekat, atau yang tidak mereka kenal baik.

 

Penolakan permintaan pertemanan menyakitkan

Ketika seseorang menambahkan teman facebook yang menarik hatinya, lalu ternyata penolakan pertemanan yang ia dapatkan, ini mampu mempuat kecewa dan sakit hati.

Jika Anda pernah diabaikan dan dijauhi, serta merasa ‘terasing’ dan ‘terkucilkan’, perasaan Anda absah, karena begitulah menurut riset. Pada era digital seperti sekarang, internet terasa seperti tempat yang ‘riil’ layaknya ada di dunia nyata.

“Jika Anda merasa buruk karena ‘dicuekin’ di Facebook, Anda tidak sendiri,” ungkap Joshua Smyth, dosen kesehatan biobehavioral”

Akan sangat bagus jika perasaan anda tidak mudah terbawa oleh postingan teman – teman facebook anda ketika berselancar di dunia facebook.