Published On: Jum, Nov 11th, 2016

Ini Alasannya Mengapa Wanita Lebih Rentan Depresi

vvfd

Jalaon.com – Jiwa yang sehat adalah merasa sehat dan bahagia mampu menghadapi tantangan hidup, berpikir positif pada diri sendiri maupun orang lain. Namun, beberapa studi mengatakan perempuan lebih rentan depresi ketimbang pria. Kenapa?

Pada dasarnya masalah kejiwaan semisal depresi disebut hal yang sangat wajar jika terjadi pada seseorang. Namun, masyarakat masih sulit membedakan stres, depresi, cemas, skizofrenia, atau penyakit kejiwaan lainnya.

Dr. Andri,Sp.KJ,FAPM, Psikiater Klinik Psikosomatik OMNI Hospitals Alam Sutera, Serpong mengatakan bahwa tidak selalu orang yang terkena gangguan jiwa itu menjadi gila.

“Sayangnya,masyarakat masih menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan jiwa itu berarti gila atau ada hubungannya dengan kegilaan,” papar Dr. Andri.

Menurut Dr. Andri, perempuan memang berpotensi lebih besar mengalami depresi, bahkan dua kali lipat dibandingkan dengan pria. Ia mengatakan bahwa ada banyak faktor yang dapat memicu munculnya depresi bagi wanita. di antaranya adalah:

 

Faktor hormonal

Sama halnya yang dengan penelitian yang dilakukan pada wanita Barat, perempuan Indonesia juga sangat terganggu dengan siklus hormonal bulanan yang sering berbarengan dengan timbulnya perubahan mood atau suasana perasaan yang tidak nyaman. Bahkan mudah sekali marah.

Hal ini sangat wajar, karena memang ketika akan haid, wanita seringkali mengalami perasaan yang tak nyaman. Secara statistik memang perempuan di masa kehidupannya sejak fase pertama kali menstruasi sampai nanti setelah menopause akan cukup sering mengalami masalah mood terkait dengan fluktuatif hormonal.

 

Anak bermasalah

Seringkali anak menjadi salah satu penyebab stres orang tua, terutama bagi sang ibu. Wanita di dalam rumah tangga biasanya akan memiliki tugas lebih banyak dalam mengurus anak. Karena itulah yang menyebabkan wanita juga rentan terhadap stres, terlebih lagi jika menghadapi anak yang bermasalah.

Jika dalam kondisi seperti itu, suami sangat disarankan untuk membantu mengambil peran lebih banyak untuk meringankan beban istri agar tidak bertambah depresi.

 

Psikoterapi

Perlu juga diketahui bahwa masalah gangguan jiwa juga berhubungan dengan kepribadian masing – masing individu. Misal, pasien yang cemas seringkali memang orangnya berkepribadian pencemas.

Maka selain diberikan obat pada fase awal, pasien juga harus dapat membantu untuk kesembuhan dirinya sendiri. Misalnya dengan berusaha lebih menenangkan diri, relaks dan tidak melakukan hal – hal yang seringkali menjadi penyebab timbulnya stres. Pasien juga harus bisa mengetahui hal – hal apakah yang seringkali dapat membuat pasien merasa stres, dengan begitu pasien bisa meminimalisir stres.