Published On: Jum, Sep 30th, 2016

Ini Bahaya Perut Gendut Akibat Tumpukan Lemak

Jalaon.com – Jangan anggap remeh perut gendut alias ‘lemak perut’ karena sejumlah studi menganggapnya dapat perburuk faktor resiko penyakit jantung. Orang membawa lemak berlebih di perut menghadapi resiko tinggi sakit jantung dibandingkan orang berperut datar dan tidak punya lemak sama sekali sebagaimana dilansir laman Boldsky, Jumat (30/09/2016).

“Studi mengatakan bahwa peningkatan jumlah lemak perut dan kepadatan lemak lebih rendah sering dikaitkan dengan memburuknya faktor resiko sakit jantung, bahkan usai menghitung seberapa naiknya berat badan,” ungkap Caroline Fox, peneliti di National Heart Lung and Blood Institute, sebuah organisasi riset di Maryland.

Begini Efek Perut Gendut Bagi Kesehatan

Begini Efek Perut Gendut Bagi Kesehatan

“Menghitung kepadatan lemak adalah ‘pengukur baru’ yang masih kami coba mengerti dan perlu investigasi lebih lanjut. Kami menggunakannya sebagai ukuran tidak langsung dari kualitas lemak dan menemukan bahwa angka rendah berkaitan dengan peningkatan resiko sakit jantung,” tambah Fox.

Tim peneliti dari ‘National Heart Lung and Blood Institute’ selama enam tahun periode studi masih terus mencari keterkaitan antara perubahan anatomis perut genduk ‘lemak perut’ dan perubahan faktor resiko sakit jantung. Mereka mengamati sejumlah CT scan untuk menaksir seberapa banyak lemak perut terakumulasi, titik lokasi berkumpul dan tingkat kepadatan.

Adapun pengamatan CT scan melibatkan 1,106 peserta dengan usia rata-rata 45 tahun, sedangkan jumlah peserta 44 persen adalah wanita dan sisanya pria. Untuk hasil lebih akurat, penghitungan juga dilakukan pada lemak di bawah permukaan kulit dan lemak di dalam rongga perut.

Lalu, apa hasil studi? Selama enam tahun periode studi, terungkap bahwa 22 persen peserta mengalami peningkatan lemak di bawah kulit dan 45 persen peserta mengalami peningkatan lemak di rongga perut. Peningkatan beragam jenis lemak berkaitan dengan memburuknya faktor resiko sakit jantung, begitu juga hubungan yang menyebut lemak di rongga perut jauh lebih parah ketimbang lemak di bawah kulit.

Kesimpulan akhir, seseorang dengan peningkatan lemak tinggi di dalam rongga perut menunjukkan keterkaitan naiknya metabolik faktor resiko sakit jantung seperti gula darah tinggi, trigliserida tinggi, HDL (kolesterol baik) rendah. Hasil studi pun terungkap dalam jurnal American College of Cardiology.