Published On: Sab, Sep 17th, 2016

Ini Yang Terjadi Jika Tubuh Tidak Makan Teratur

Jalaon.com – Saking asyik beraktifitas harian membuat seseorang lupa makan, begitu pula seseorang yang sedang terburu-buru di pagi hari sehingga melewatkan pentingnya sarapan. Semua orang mungkin pernah melewatkan jam makan, entah sengaja ataupun tidak. Lalu, apa dampaknya bagi tubuh dan pikiran?

Dilansir dari laman Self, Minggu (18/09/2016), para ahli menyarankan makan (cemilan atau berat) setiap 3-4 jam. Mengapa demikian?

Inilah Dampak Tubuh Tidak Makan Teratur

Inilah Dampak Tubuh Tidak Makan Teratur

“Makan teratur seharian penuh jaga metabolisme terus berjalan pada kecepatan penuh, cegah penurunan energi secara drastis, meningkatkan kewaspadaan dan fokus dan bantu menyeimbangkan berat badan akibat asupan berlebih pada saat jam makan berikutnya,” ungkap Brigitte Zeitlin, M.P.H., R.D., C.D.N., pendiri BZ Nutrition. Ia menambahkan, bukan berarti tidak makan teratur sehari saja membuat sistem tubuh berantakan tetapi tubuh punya cara berbeda saat menanggapi “kehabisan energi”.

Apa yang terjadi jika tubuh keseringan tak makan teratur? Pada awal permulaan kemampuan mental akan menurun drastis.

“Energi utama bagi otak adalah glukosa yang diperoleh dari makanan (sebagian besar kaya karbohidrat),” ungkap Rachele Pojednic, Ph.D., dari Harvard Extension School. Glukosa bisa diperoleh langsung dari asupan makanan karbohidrat kompleks seperti buah-buahan, sayuran dan gandum utuh. Semua itu lebih lambat dicerna ketimbang karbohidrat biasa. Jika tubuh tidak peroleh asupan karbohidrat teratur maka berdampak negatif seperti tekanan gula darah turun drastis, badan terasa lesu, mudah kesal dan tak bisa konsentrasi.

Muncul gejala fisik dan emosional

Saat tidak fokus mengerjakan tugas justru pikiran malah fokus pada makanan. Ketika tidak cukup makan teratur muncul perasaan bahwa tubuh harus makan sesuatu, demikian ucapan Lauren Harris-Pincus, M.S., R.D.N., pemilik Nutrition Starring You. Hormon di dalam tubuh akan merangsang pikiran untuk makan. Jika dibiarkan begitu saja mengakibatkan tubuh goyah dan berkeringat.

Dampak peningkatan hormon penyebab rasa lapar

Saat tubuh dalam kondisi super lapar, mereka cenderung makan karbohidrat dan manisan yang langsung dongkrak gula darah. Peningkatan karbohidrat tanpa nutrisi pendamping seperti protein dan lemak akan membuat glukosa plus gula darah melonjak tajam. Itu sangat tidak baik bagi tubuh.

Tidak makan teratur alias sering melewatkan jam makan membuat seseorang asal memilih asupan, bahkan mengkonsumsi makanan tak sehat. Jika makan terlalu banyak berpotensi melahap lebih banyak kalori harian yang mengakibatkan mual, konstipasi, perut kembung dan kelelahan. Dampak terbesar menyebabkan berat badan naik drastis.