Inilah Alasan Robot Seks Semakin Diminati Manusia

Pesona robot seks kalahkan wanita cantik?

Jalaon.com – Seks bukan sekedar kebutuhan biologis antar manusia dalam beberapa tahun ke depan. Mungkin saja bagian dari gaya hidup bila menengok keseriusan sejumlah pihak yang sedang mengembangkan robot seks. Pernahkah terlintas dalam benak untuk menyalurkan hasrat seksual pada sebuah mesin tak bernyawa?

Tak lama lagi itu segera terwujud seperti dilansir laman Metro, Kamis (08/09/2016). Para pakar memprediksi aktivitas seks bersama robot akan begitu populer dalam beberapa dekade mendatang. Bahkan robot semakin piawai “bertarung di atas ranjang” ketimbang manusia.

Pesona robot seks kalahkan wanita cantik?
Pesona robot seks kalahkan wanita cantik?

“Karena mereka bisa diprogram, maka sexbot (sebutan robot seks) mungkin akan mampu penuhi kebutuhan biologi si pengguna,” beber Joel Snell, seorang pakar robot dari Kirkwood College, Iowa.

“Nge-seks dengan robot mungkin bikin ketagihan. Sexbot akan selalu tersedia setiap saat dan tidak pernah berkata ‘tidak’. Jadi si pengguna kemungkinan besar bakal ketagihan.”

Snell berani memprediksi robot seks makin menjamur pada 2050 mendatang. Bahkan beberapa orang akan ‘jatuh cinta’ terhadap tubuh bermesin itu. Prediksi itu turut diperkuat pernyataan David Levy dari University of Maastricht. Ia memprediksi pada tahun 2050 nanti semakin banyak orang menikahi robot ketimbang manusia, apalagi jika hanya untuk memenuhi kebutuhan seksual.

Beberapa pakar menyebut hubungan asmara antar robot-manusia lebih sedikit melibatkan perasaan dan uang. Jalinan kasih hanya sebatas kebutuhan biologis.

Dalam sebuah tulisan ‘Robots, men and sex tourism’ karya Ian Yeoman dan Michelle Mars dari University of Victoria Management School di Wellington, New Zealand, mereka menyebut prostitusi robot akan semakin sering dijumpai pada 2050, tapi harganya sangat menguras isi dompet.

Mereka membayangkan rumah pelacuran di Amsterdam, Belanda, dipenuhi beragam robot pria dan wanita dari berbagai jenis etnis, bentuk tubuh, usia, bahasa dan fitur seksual untuk memenuhi fantasi liar.

Sebelum kehadiran robot seks, beberapa pria malah sudah menikahi boneka seks sebagai pasangan hidup. Umumnya mereka punya kendala tertentu sehingga tidak begitu menyukai ‘wanita sungguhan’. Tentu saja harga robot bakal lebih mahal ketimbang boneka, apalagi sensasi “jago di atas ranjang”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here