Published On: Sel, Agu 23rd, 2016

Inilah Penjelasan Sri Mulyani Mengenai Harga Rokok Naik Jadi Rp 50 Ribu

Terkait rancana kenaikan harga rokok hingga 3 kali lipat yang sampai saat ini menuai kontroversi. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati pun ikut angkat bicara mengenai wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus serta tarif cukai hasil tembakau.

Saat ini kebijakan mengenai tarif cukai rokok masih dalam proses konsultasi dengan seluruh stakeholder. Sri Mulyani menegaskan bahwa sampai saat ini dari Kemenkeu belum mengeluarkan aturan baru mengenai rokok eceran ataupun tarif cukai rokok.

“Kemenkeu belum ada aturan terbaru mengenai harga jual eceran dan tarif cukai rokok sampai hari ini,” katanya saat Konferensi Pers Tax Amnesty di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/8/2016).

Sri Mulyani mengaku pemerintah sangat memahami studi dari Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia. Hasil dari studi tersebut menunjukkan sensitivitas kenaikan harga rokok terhadap tingkat konsumsi rokok.

Tapi Sri Mulyani juga menjelaskan, bahwa Kemenkeu akan mengeluarkan kebijakan mengenai kenaikan harga cukai rokok yang tetap berdasarkan undang – undang cukai, termasuk dalam rangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

“Tapi sampai saat ini (kebijakan harga jual eceran dan tarif cukai rokok) masih dalam proses konsultasi dengan berbagai pihak. Untuk nantinya bisa diputuskan sebelum APBN 2017 dimulai,” Tegas Sri Mulyani.

Studi yang dilakukan oleh Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, mengungkap bahwa kemungkinan perokok akan berhenti merokok jika harganya dinaikkan dua kali lipat dari harga normal. Dan hasilnya sekitar 80 persen masyarakat yang bukan penikmat rokok menyetujui tentang kenaikan harga rokok, karena akan baik dampaknya dalam kesehatan masyarakat.

“‎Dalam studi ini, para perokok bilang kalau harga rokok di Indonesia naik jadi Rp 50 ribu per bungkus, mereka akan berhenti merokok. Belum lagi ada tambahan dana Rp 70 triliun untuk bidang kesehatan,” ujar Hasbullah. (Fik/Gdn)