Published On: Jum, Okt 7th, 2016

Inilah Video Utuh Ahok Mengenai Surat Al Maidah 51 yang Jadi Polemik

Jalaon.com – Pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu saat berdialog dengan warga mengenai program kerja Pemprov DKI menuai polemik. Dalam pidato tersebut Ahok menyebut “dibohongi pakai Surat Al-Maidah ayat 51“. Namun Ahok menegaskan, dirinya sama sekali tidak ada niat untuk melecehkan agama Islam.

Ahok Saat Berpidato di Kepulauan Seribu Jakarta

Ahok Saat Berpidato di Kepulauan Seribu Jakarta

Ahok meminta masyarakat arif dengan tidak menilai apa yang diucapkannya secara terpisah dan dipotong dari konteks yang sebenarnya. Ia ingin masyarakat melihat secara utuh video ketika ia pidato di hadapan warga Kepulauan Seribu.

Ahok akhirnya memberikan link video di Youtube pada akun Instagram basukibtp yang diunggah oleh Pemprov DKI Jakarta. Ahok meminta masyarakat melihat video tersebut dari menit awal sampai pada saat ia mengucapkan kalimat yang menjadi polemik di menit ke 23:40 sampai 25:35 mengenai surat Al-Maidah ayat 51.

Berikut kutipan utuh ucapan Ahok dari menit ke 23:40 sampai 25:35:

Jadi bapak ibu enggak usah khawatir, ini pemilihan kan dimajuin. Jadi kalau saya tidak terpilih pun bapak ibu, saya berhentinya Oktober 2017. Jadi kalau program ini kita jalankan dengan baik pun, bapak ibu masih sempat panen sama saya sekalipun saya tidak terpilih jadi gubernur. Jadi saya ingin cerita ini supaya bapak ibu semangat. Jadi enggak usah pikiran ‘Ah nanti kalau enggak kepilih pasti Ahok programnya bubar’. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa-red). Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi bapak ibu enggak usah merasa enggak enak. Dalam nuraninya enggak bisa pilih Ahok, enggak suka sama Ahok nih. Tapi programnya, gue kalau terima, gue enggak enak dong sama dia. Kalau bapak ibu punya perasaan enggak enak nanti mati pelan-pelan lho kena stroke. (Orang-orang tertawa-red).

Jadi,ang…bukan anggap. ini adalah hak semua bapak ibu sebagai warga DKI. Kebetulan saya gubernur mempunyai program itu. Jadi tidak ada hubungannya dengan perasaan bapak ibu mau pilih siapa. Ya saya kira itu. Kalau yang benci sama saya, jangan emosi terus dicolok waktu pemilihan colok foto saya, wah jadi kepilih nanti saya. Jadi kalau benci sama saya, coloknya musti berkali-kali baru batal. Kalau cuma colok sekali, wah kepilih lho gue entar (Orang-orang tertawa).

Berikut videonya: