Published On: Kam, Agu 25th, 2016

Intip Kecanggihan Payung Pintar Khusus untuk Jemaah Haji

Bulan ini adalah musim haji, dimana ratusan juta umat muslim berbondong – bondong untuk beribadah di tanah suci yang panas dan terik.

Menteri kesehatan Arab Saudi selalu berpesan kepada para jemaah, agar selalu mengenakan payung selama beribadah di tanah suci.

Dikarenakan teriknya matahari di kota Mekkah, yang membuat para jemaah lebih rentan keletihan dan dehidrasi, maka dari itu disarankan para jemaah untuk selalu menggunakan payung agar kegiatan beribadah bisa lebih nyaman.

Dan kabar baiknya, saat ini sebuah perusahaan Arab-Palestina yang menyebut dirinya knowledge-base, menciptakan sebuah inovasi yaitu payung yang lebih canggih dari payung biasa.

Benda yang disebut dengan “Kafya” atau payung “pintar” tersebut akan melindungi penggunanya dari sinar matahari, dengan menyerap energi matahari.

Energi matahari yang diserap oleh payung akan dirubah menjadi listrik melalu panel yang disiapkan diujung payung.

Kemudian energi listrik yang tersimpan di dalam panel payung, dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan senter, kipas angin bahkan bisa digunakan untuk menyalakan GPS.

Dan uniknya, gagang payungnya juga telah disediakan colokan USB, agar bisa dimanfaatkan untuk charger Handphone ataupun laptop.

Pada gagang payung telah tersedia 3 tombol. Tombol biru berfungsi untuk menghidupkan kipas angin, dann tombol yang berwarna kuning digunakan untuk menghidupkan senter. Dan tombol yang berwarna hitam digunakan untuk menyalakan GPS yang bisa berfungsi untuk melacak keberadaan para jemaah haji.

“Payung ini diciptakan khusus untuk para calon haji. Benda ini bisa membantu mereka untuk menemukan lokasi peserta lainnya,” jelas Manal Danis, yang merupakan salah satu penemu Kafya, seperti yang dilansir dari Dailytimes.com.pk.

Namun kabar kurang baiknya, payung canggih tersebut saat ini belum bisa diproduksi dalam jumlah yang besar karena terkendala dana, Padahal setiap tahunnya banyak sekali kasus jemaah haji yang pingsan karena begitu teriknya matahari di Arab Saudi.

Namun para penemu masih mencari investor guna untuk mendukung produksi payung canggih tersebut.