Published On: Jum, Agu 4th, 2017

Istri Korban Pembunuhan Terduga Pencuri Speaker Mengutuk Pelaku

Jalaon.com – Siti Jubaida yang merupakan istri dari pria yang diduga telah mencuri amplifier Mushola di Kampung Cabang Empat, RT 02/01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi merasa tidak terima dan mengutuk pelaku penganiayaan terhadap suaminya M Alzahra atau Joya (30) itu.

Zoya yang seorang Warga Kampung Kavling Jati, RT 04/05, Nomor 141, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara telah dianiaya oleh warga setempat serta dibakar hidup – hidup setelah diduga mencuri pengeras suara Mushola.

Saat ditemui di rumah duka, istri korban yang saat ini sedang hamil enam bulan menangis histeris dan mengutuk perbuatan biadab para pelaku yang tega membunuh suaminya tersebut.

“Sampai saat ini, saya tidak percaya suami saya melakukan itu. Saya tidak terima, perbuatan mereka tega, tidak berperikemanusiaan,” kata Siti Jubaida, saat ditemui di kediamannya, Kamis (3/8/2017).

Sebelum kejadian tragis ini, Siti mengaku bahwa Zoya berpamitan keluar untuk bertemu dengan konsumen yang akan membeli speaker buatan Zoya, saat hendak pulang pun Zoya sempat memberikan kabar akan segera pulang setelah mampir di Mushola untuk melakukan ibadah sholat.

Namun sayangnya itulah kabar terakhir dari Zoya kepada Siti setelah akhirnya dituduh pencuri dan dianiaya hingga tewas. Ia pun tidak menyangka dan syok atas tragedi naas tersebut.

“Dia jam 11 siang keluar membawa speaker. Memang setiap hari dia keluar untuk dagang. Nah, sorenya dia sempat telepon, bilang dalam perjalanan pulang. Saya mengira jika suami saya sambil membawa alat-alatnya dan mampir ke musala untuk salat. Karena takut hilang, dia bawa ke dalam. Entah bagaimana dia lalu disebut maling,” jelasnya

Siti pun meminta kepada kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku yang telah membunuh tulang punggungnya tersebut.

“Walaupun ada surat yang saya teken, entah isinya apa itu, saya dan keluarga meminta para pelaku bisa diproses secara hukum, nggak boleh berhenti. Karena membunuh orang, apapun alasan, tidak benar. Ini negara hukum. Dibakar begitu kan biadab namanya,” papar Siti.