Jessica Tak Kuat Menahan Tangis Saat Sidang Pembelaan

aswdw

Jalaon.comJessica Kumala Wongso terdakwa tewasnya Wayan Mirna Salihin membacakan nota pembelaan (pleidoi) yang ditulisnya sendiri pada sidang ke-28 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu. Ia membacakan pleidoinya sambil menahan tangis di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Kisworo.

“Mirna adalah teman yang baik, ramah dan jujur. Selain itu dia humoris,” kata Jessica mengawali nota pembelaannya.

Jessica tak kuat menahan tangis karena lelahnya sidang yang tak kunjung selesai, dan dia merasa sedih karena tertuduh sebagai pembunuh sahabatnya sendiri, Mirna Salihin. Begitu juga teman – teman Mirna dan Jessica yang memperlakukan dia seperti sampah.

“Saya tahu Mirna meninggal. Cuma mereka (kerabat korban) memperlakukan saya seperti sampah, Itu membuat saya berpikir apakah mereka menjadi jahat karena kehilangan Mirna atau mereka jahat sehingga kehilangan Mirna. Saya tidak membunuh Mirna,” terang Jessica

Di balik penampilan dan ekspresinya yang selalu tenang, Jessica Kumala Wongso mengungkapkan betapa hancur hatinya dengan kematian sahabatnya, Wayan Mirna Salihin.

“Di balik ekspresi saya yang tenang, saya mau teriak saya tidak bunuh Mirna,” kata Jessica sambil menangis terisak.

“Saya mendapatkan tatapan sinis dari semua orang. Yang paling membuat saya hancur saat bertemu Arif dan Sandy,” lanjut Jessica merujuk pada suami dan saudara kembar Mirna.

Bagi Jessica, mimpi buruk dia dan keluarganya dimulai ketika turut terseret kasus kematian Mirna. Dari beberapa kali diperiksa polisi sebagai saksi sampai akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Sejak itu banyak pihak yang mulai memojokkan dirinya, termasuk orang-orang terdekatnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kini Jessica mendapat tuntutan hukuman 20 tahun penjara atas  pembunuhan berencana terhadap Mirna. Jaksa juga tidak memberikan keringanan karena Jessica dianggap berbelit dalam memberikan keterangan dan tidak mengakui perbuatannya.

Jessica hanya bisa berharap kepada Tuhan agar ditunjukkan jalan kebenaran. Dalam hatinya dia ingin menangis dan berteriak bahwa dia tidak membunuh Mirna.

“Saya berharap yang mulia memutuskan dengan bijaksana. Saya bersumpah karena saya bukan pembunuh,” kata dia.

“Mirna itu teman saya. Dia akan tetap hidup di hati saya. Dia tahu saya tidak meracuninya,” tutup Jessica, demikianlah pleidoi yang dibacakan oleh Jessica saat sidang pembelaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here