Published On: Sen, Jul 17th, 2017

Jika Desa Mampu Jalankan Program Unggulan, Kemendes Janji Naikkan Saluran Dana

Jalaon.com – Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal & Transmigrasi (PDTT) telah mengguyurkan dana sebesar Rp 800 juta kepada beberapa desa demi untuk memajukan perekonomian desa melalui program produk unggulan petani.

Namun, Menteri Desa, PDTT Eko Putro Sandjojo telah menjanjikan akan menaikkan saluran dana tersebut hingga dua kali lipat yaitu mencapai Rp 1,6 Miliar kepada desa yang mampu menjalankan empat program unggulan dengan baik.

“Penyaluran Dana Desa saat ini berkisar Rp 800 juta, tapi kita akan kasi dua kali lipat kepada desa yang berhasil menjalankan empat program unggulan, dana desanya akan kita naikkan, dan itu bisa mencapai Rp 1,6 miliar. Tapi kalau nggak berhasil, ya tidak kita naikkan,” kata Eko Putro Sandjojo saat menghadiri acara 1 tahun Inaker Fun Bike di Lapangan Gendengan, Margodadi, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (16/4/2017).

Sementara itu, program unggulan yang dimaksud salah satunya adalah Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades), dimana desa tersebut diminta untuk memperbaiki perekonomian melalui perbaikan produk unggulan sehingga dapat menciptakan produksi skala besar yang secara otomatis akan memberikan dampak terhadap perekonomian desa tersebut.

Selain itu, upaya tersebut ditujukan untuk menghindari tengkulak yang dapat menekan para petani dengan membeli produk petani secara murah, dengan adanya program tersebut diharapkan petani mampu mengolah produk unggulan secara mandiri dan terbebas dari tengkulak.

“Sekarang ini masih ada model-model tengkulak. Nah kita sekarang dorong para petani untuk menjalankan empat program unggulan yang tujuannya untuk membuat desa-desa jadi mandiri. Dunia usaha masuk ke desa, masyarakat pun tak perlu pusing lagi memikirkan tentang proses pascapanen. Karena sarana pascapanen merupakan hal penting dalam sektor pertanian. Pasar akan melirik hal tersebut lantaran sarana pascapanen akan meningkatkan nilai tambah produk pertanian baik dari segi jumlah maupun kualitas,” jelas Eko.