Published On: Kam, Feb 23rd, 2017

Jokowi Akan Turun Tangan Jika PT Freeport Sulit Bermusyawarah

d

Jalaon.com – Sebelumnya PT Freeport Indonesia pernah memberikan ancaman kepada pemerintah RI jika tidak segera menanggapi dengan serius terkait negosiasi perubahan status Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

PTFI mengancam pemerintah jika tidak ada hasil selama enam bulan, maka PTFI akan segera melaporkan pemerintah Indonesia ke Arbitrase Internasional.

Menanggapi ancaman tersebut Presiden Jokowi memberikan ketegasan apabila PTFI sulit untuk diajak berunding, maka Jokowi sendiri yang akan turun tangan.

“Ya nanti dilihat. Ini kan masih menteri masih memproses berunding dengan Freeport. Intinya itu saja kalau memang sulit musyawarah dan sulit diajak untuk berunding saya akan bersikap,” kata Jokowi di GOR Popki, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/2/2017).

Sementara itu Direktur Eksekutif IGJ Rachmi Hertanti memberikan imbauan kepada pemerintah agar tidak gusar dengan ancaman yang dilontarkan oleh PTFI, karena Rachmi menganggap hal tersebut adalah strategi kuno untuk meningkatkan posisi tawar.

“Jangan sampai pengalaman gugatan Newmont pada 2014 terulang lagi. Newmont menggugat Pemerintah Indonesia ke ICSID untuk meningkatkan posisi tawarnya. Dan terbukti, setelah Newmont mencabut gugatannya pada 25 Agustus 2014, kemudian Pemerintah Indonesia mengeluarkan izin ekspor untuk Newmont terhitung sejak 18 September 2014 hingga 18 Maret 2015,” jelas Rachmi melalui keterangan tertulis.