Published On: Sel, Des 27th, 2016

Jumlah Angkutan Darat di Jakarta Semakin Menurun

asc

Jalaon.com – Bisnis angkutan darat, terutama untuk taksi dan bus sedang dalam kota, saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis sepanjang 2016. Hal tersebut dilihat dari terus menurunnya jumlah unit yang beroperasi di sepanjang tahun ini.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan mengungkapkan bahwa sebelumnya pada awal tahun ini jumlah taksi yang beroperasi di wilayah Jakata masih berjumlah sekitar 27 ribu unit taksi. Namun, pada akhir tahun 2016 ini jumlah armada taksi yang beroperasi hanya tinggal sekitar 40 persennya saja.

“Saat ini kendaraan taksi yang beroperasi di Jakarta hanya tinggal 40 persen. Jadi dari 27 ribu unit tinggal 40 persen, itu dari seluruh operator. Contoh, Taxiku sekarang hanya tinggal 300 unit, padahal izinnya 1.800 unit,” ujar Shafruhan.

Tak hanya taksi, bus sedang seperti Metromini dan Kopaja yang beroperasi di wilayah Jakarta juga menurun drastis.

“Bus juga sudah ambruk. Itu kan 6.000 unit beroperasi paling tinggal 1.000 lebih. ‎Jumlahnya belum terdata dengan pasti‎, tapi misalnya mobilnya tadinya 500 unit sekarang tinggal 10 unit ya mau bagaimana?” sambungnya.

Shafruhan menilai semakin hilangnya bisnis angkutan darat tersebut dipengaruhi oleh semakin marak dan berkembangnya bisnis angkutan darat berbasis online yang dirasa lebih murah dan praktis ketimbang angkutan darat konvensional. Akibatnya para pelaku bisnis angkutan darat Konvensional tersebut semakin tergilas.