Published On: Sel, Sep 6th, 2016

Karena Efisiensi Anggaran, Kemensos Kena Pangkas Hingga Rp 3,1 Triliun

Jalaon.com – Pemerintah pusat saat ini sedang melakukan efisiensi anggaran, berkaitan dengan ini anggaran Kemensos akan dipangkas hingga Rp 3,1 Triliun.

Karena pengurangan anggaran ini, Kemensos telah mempersiapkan strategi untuk menyiasatinya agar tidak terjadi kendala kepada pelayanan sosial.

Menteri Sosial Khofifah, mengungkapkan bahwa mensos akan terkena pengurangan anggaran yang cukup banyak, salah satu pos anggaran yang akan dikurangi adalah anggaran untuk asistensi lanjut usia terlantar (aslut) dan asistensi sosial penyandang disabilitas berat (ASPDB).

Khofifah menambahkan bahwa asistensi lanjut usia terlantar dan asistensi sosial penyandang disabilitas berat  yang sebelumnya mendapat 12 bulan, maka setelah pengurangan anggaran hanya akan menerima selama 10 bulan saja.

“awalnya anggaran Kemensos hanya akan dikurangi sekitar Rp 600 juta, kemudian evaluasi kembali dipangkas menjadi Rp 2,2 triliun. Kemudian evaluasi terakhir menjadi sebesar Rp 3,1 triliun anggaran di Kemensos yang akan dikurangi” ujar Khofifah.

Karena pengurangan anggaran ini Kemensos tidak lagi menjadikan program penanganan di panti sosial sebagai prioritas utama lantaran secara anggaran cukup menyedot biaya.

Khofifah mengatakan bahwa rehabilitasi pecandu narkoba adalah tugas Kementerian Sosial, sebelumnya bisa dilakukan di panti, namun saat ini telah dilakukan perluasan jangkaun guna untuk meminimalisir pembiayaan. Dengan perluasan jangkauan ini hanya membutuhkan sekitar 35% dari anggaran.

Penjangkauan ini adalah berbasis keluarga, jadi jika korban dari narkoba ataupun lansia terlantar yang tidak begitu benar – benar terlantar harus diurus oleh keluarga, demikian juga dengan penyandang disabilitas, jika memang sudah masuk kategori berat barulah diurus oleh panti.