Published On: Ming, Agu 6th, 2017

Kasus Pembakaran Hidup – Hidup di Bekasi, Ini Kata Saksi

Jalaon.com – Keluarga korban M Azahra alias Joya yang mengalami penganiayaan dan pembakaran hidup – hidup hingga tewas saat ini masih meninggalkan duka yang begitu mendalam.

Sang istri, Siti Jubaida merasa sangat terpukul atas kepergian suaminya yang begitu mengenaskan, terlebih lagi saat ini Siti sedang mengandung anak kedua yang masih berusia enam bulan kandungan. Namun ia hanya bisa pasrah dan menyerahkan kasus pembunuhan ini kepada kepolisian hingga tuntas.

Siti Jubaida masih merasa tidak percaya bahwa suaminya tersebut benar telah mencuri amplifier milik Mushola setempat, namun ada seorang saksi bernama Asep Adi Saputra yang mengatakan bahwa Joya tertangkap basah saat membawa lari amplifier Mushola.

Asep mengaku melihat Joya sedang berwudhu sebelum memasuki mushola, setelah keluar Asep melihatnya sedang membawa amplifier Mushola dan kemudian Asep menegurnya.

Namun, setelah Asep menegurnya justru korban memilih untuk melarikan diri dengan menggunakan motornya. “Pelaku langsung melarikan diri sehingga warga melakukan pengejaran,” kata Asep saat ditemui di Bekasi, Jumat 4 Agustus 2017.

Setelah itu, Joya diterikai “maling” hingga akhirnya banyak masa berkumpul dan mengejar Joya. Karena situasi jalanan di kawasan tersebut cukup ramai maka Joya pun terjebak kemudian masa mengamuk dan mulai memukuli Joya hingga babak belur.

Tidak hanya dianiaya, namun kemudian warga memilih untuk membakar Joya hidup – hidup hingga akhirnya Joya tewas ditempat. Asep pun menilai bahwa tuduhan pencurian tersebut memang benar adanya setelah melihat fakta – fakta yang ada.

“Kalau kita melihat dari persesuaian, keterangan saksi, barang bukti, dan olah TKP (tempat kejadian perkara) ulang, dan kita dalami kembali, kita menyimpulkan bahwa benar adanya dugaan atas peristiwa tersebut. Dan dugaan terhadap pelaku yang mengambil itu juga semakin kuat dengan fakta-fakta itu,” jelasnya.