Published On: Jum, Agu 19th, 2016

Kehidupan Setelah Kematian? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kita sebagai manusia tentu sangat meyakini bahwa kehidupan setelah mati itu memang ada. Di dalam agama pun sudah diberitahukann melalui kitab suci. Namun, disini akan dibahas secara ilmiahnya.

Para ahli kini telah setuju mengenai konsep kehidupan setelah kematian. Mereka menemukan kesadaran seseorang bisa terus berlanjut bahkan setelah jantung berhenti berdetak.

Para ahli melakukan studi terhadap lebih dari 2.000 orang, ilmuwan Inggris menegaskan pemikiran hidup setelah mati. Mereka sekaligus menemukan bukti yang meyakinkan dari pengalaman sejumlah pasien yang ditelitinya dan yang dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.

Para ilmuwan pun percaya, kalau otak menghentikan semua aktivitas 30 detik setelah jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh dan kesadaran yang berhenti pada saat yang sama.

Namun berbeda dengan para peneliti dari University of Southampton,mereka menunjukkan sebaliknya. Studi itu menunjukkan, orang terus mengalami kesadaran sampai tiga menit setelah kematian.

“Meskipun hal ini bertentangan dengan persepsi logika, kematian bukanlah momen tertentu. Kematian adalah proses yang berpotensi reversibel yang terjadi setelah penyakit parah atau kecelakaan yang menyebabkan jantung, paru-paru, dan otak berhenti berfungsi,” kata kepala peneliti Dr Sam Parnia, seperti dimuat Live Science, Rabu (17/8/2016).

Jika upaya yang dilakukan untuk membalikkan proses ini berhasil maka disebut sebagai “serangan jantung”. Namun, jika upaya ini tidak berhasil itu disebut “kematian”. Dari hasil wawancara 2.060 pasien di Austria, Amerika, dan Inggris yang selamat dari serangan jantung, 40 persen dari mereka mengatakan, bahwa mereka mampu mengingat beberapa bentuk kesadaran setelah mereka dinyatakan meninggal.

“Ini menunjukkan bahwa lebih banyak orang mungkin memiliki aktivitas mental pada awalnya tapi kemudian kehilangan kenangan mereka setelah pulih, baik karena efek dari cedera otak atau obat penenang pada kenangan memori,” kata Parnia.

Mungkin temuan yang paling signifikan dari studi ini adalah dari seorang pria 57 tahun diyakini menjadi yang pertama mengalami kondisi tersebut.

Setelah menderita serangan jantung, pria 57 tahun itu mengungkap bahwa dirinya masih sanggup mengingat kejadian di sekelilingnya dengan sangat tepat.

“Ini penting, karena sering diasumsikan bahwa pengalaman kematian kemungkinan adalah halusinasi atau ilusi yang terjadi baik sebelum jantung berhenti atau setelah jantung telah kembali berdetak, tapi lain halnya ketika jantung tidak berdetak kembali,” uja pria tersebut