Published On: Rab, Sep 21st, 2016

Kemenkominfo Blokir Aplikasi Kencan Sesama Jenis

lhfghd

Jalaon.comKementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan, telah menindaklanjuti rekomendasi tim panel pemblokiran aplikasi kencan sesama jenis. Kemenkominfo telah menyurati penyedia layanan aplikasi untuk platform Android dan iOS, untuk meminta pemblokiran layanan penyedia kencan gay di Indonesia.

“Ya, kita sudah blokir tiga aplikasi tersebut, kemarin kita putuskan setelah dilakukan rapat tim panel,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Noor Iza. Tiga aplikasi yang diputuskan diblokir adalah Grindr, Blued, dan Boyahoy.

Kemudian, Direktur Keamanan Informasi Kemenkominfo, Aidil Chendramata, mengatakan kalau semua pihak terkait yang ikut dalam rapat tim panel itu setuju semua konten LGBT yang hadir berbentuk situs web, aplikasi, bahkan iklan akan diblokir.

“Semua konten-konten di situ mengarah ke pornografi. Ini sudah jelas telah melanggar aturan pornografi dan perlindungan kepada anak-anak,” tegas Aidil.

Sementara itu, menurut Kepala Biro Humas Kominfo Noor Izza, proses pemblokiran aplikasi ini akan memakan waktu beberapa hari, sebelum ketiga aplikasi (yang sudah diblokir) tersebut tidak dapat diakses oleh pengguna dari Indonesia.

Terkait pemblokiran aplikasi sesama jenis ini mendapat kritikan dari pengguna Grindr, yang mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh mencampuri kehidupan pribadi warga negara dengan memblokir aplikasi yang berfungsi sebagai mediasi para pecinta sesama jenis.

Ia mengakui bahwa prostitusi online yang melibatkan anak-anak memang salah, namun memblokir Grindr dan aplikasi sejenis juga bukan solusi tepat. Sebab mereka hanyalah medium.