Kenaikan Harga Pangan Berdampak Terhadap Pendapatan Pedagang dan Petani

d

Jalaon.com – Semenjak awal tahun 2017 hingga saat ini, masyarakat mengeluhkan harga pangan yang melonjak tinggi karena harus mengeluarkan biaya kehidupan yang lebih banyak dari sebelumnya.

Rupanya hal ini tidak hanya dikeluhkan oleh masyarakat saja, sementara para petani dan pedagang juga mengelukan hal ini. Pasalnya dengan naiknya harga pangan, daya beli konsumen pun menurun yang secara otomatis berdampak terhadap pendapatan mereka.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (DPP ASPARINDO) Joko Setiyanto menilai bahwa seharusnya hal ini sudah menjadi tugas dari Bulog untuk segera turun ke pasar.

“Mestinya Bulog cepat turun tangan dengan cara mengintervensi pasar, sehingga harga bisa stabil,” ujar Joko Setiyanto di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) Soemitro Samadikoen mengatakan bahwa harga pangan yang kerap naik adalah gula, hal tersebut diakibatkan ketidakseimbangan penanaman gula di setiap daerah.

“Ada beberapa daerah surplus, daerah lain kekurangan, dan langkah Kemendag mendatangkan barang kebutuhan pokok dari sejumlah daerah surplus sudah tepat,” jelas Soemitro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here