Published On: Jum, Agu 19th, 2016

Kenaikan Harga Rokok Rp 50 Ribu Masih Kurang Mahal?

Jalaon.com – Wacana harga rokok naik jadi Rp 50 ribu disambut gembira beberapa pihak, namun ada pula yang menentang keras. Pemerintah masih terus menimbang semua masukan sebelum mengambil keputusan tegas. Harga rokok saat ini berkisar antara 10 ribu hingga 20 ribu per bungkus, sedangkan beberapa orang bisa membeli lebih murah per batang dari pedagang asongan dan kaki lima.

Pihak peduli kesehatan menyambut positif wacana tersebut. Mereka menganggap harga rokok di pasaran saat ini masih terlalu murah. Harga murah justru memicu masyarakat untuk berani menyisihkan uang demi membeli rokok. Padahal perokok sejati tak cukup menghisap satu atau dua batang. Saking murah dan boleh dibeli per batang, anak-anak pun dapat menjangkaunya.

Kenaikan harga rokok jadi Rp 50 ribu per bungkus dianggap solusi tepat mengurangi jumlah perokok aktif. Hingga saat ini Indonesia masih termasuk salah satu negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia. Berkurangnya angka perokok akibat kenaikan harga tak hanya berdampak langsung bagi kesehatan, tapi meningkatkan kualitas ekonomi.

Bukan hanya Indonesia yang menyusun wacana kenaikan rokok berkali lipat, ternyata Australia pernah melakukannya pada tahun 2015 silam. Partai Buruh yang bertindak oposisi di negara kangguru bakal mendorong harga rokok jadi $40 (sekitar Rp 400 ribu) per bungkus untuk isi 25 batang jika berhasil memenangi pemilu 2020 mendatang.

Wacana kenaikan harga rokok di Indonesia masih kalah dengan Australia. Namun harga Rp 50 ribu per bungkus dinilai banyak pihak sudah cukup memberatkan perokok aktif untuk membelinya. Bila tak ingin menghabisi pendapatan bulanan, mau tak mau harus mengurangi merokok atau berhenti seutuhnya.

Bagaimana dampak kenaikan harga bagi perusahaan rokok? Hingga saat ini masih belum jelas efek negatif yang bakal dialami perusahaan, apakah terjadi pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran atau tidak. Apakah negara turut diuntungkan? Selama ini cukai rokok beri kontribusi cukup besar, kenaikan harga tentu bakal mengurangi pemasukan. Wacana kenaikan harga rokok jadi Rp 50 ribu masih terus dibahas, belum diketahui pasti kapan pengambilan keputusan.