Keren, China Pamer Kereta Gantung Bertenaga Baterai

Kereta Gantung Bertenaga Baterai

Jalaon.com – China kembali memperkenalkan inovasi baru dalam bidang transportasi massal. Usai pamer ‘bus raksasa’ anti macet, kini muncul kereta rollercoaster bertenaga baterai pertama di dunia. Sejumlah foto memperlihatkan jelas sebuah kereta desain modern sedang mengudara di jalur rel gantung seperti dilansir laman Mirror, Minggu (03/10/2016).

Kereta rollercoaster itu tertangkap kamera film sedang beraksi ujicoba di Chengdu, melaju di udara dengan kecepatan 37mph. Setiap gerbong kereta mampu bawa 120 penumpang, sedangkan tenaga utamanya adalah baterai lithium.

Kereta Gantung Bertenaga Baterai
Kereta Gantung Bertenaga Baterai

Meski ujicoba pada Jumat (30/10/2016) sukses berat, sayangnya hingga kini masih belum ada tanggal resmi kapan transportasi massal ini menghiasi jalur rel gantung di beberapa kota besar China.

Lalu, apa keunggulan kereta rollercoaster bertenaga baterai? Biaya operasional lebih terjangkau dan ramah lingkungan jika dibanding kereta berbahan bakar listrik dan diesel sebagaimana diungkapkan Zhai Wanming, chief designer proyek canggih tersebut.

Dalam sesi wawancara kepada Daily China, Wanming mengatakan bahwa kereta rollercoaster ini akan menjalani beberapa ujicoba sebelum resmi beroperasi. “Tes selanjutnya meluncur sejauh 10.000 kilometer untuk mengetahui kemampuan kinerja sebelum beroperasi resmi,” ungkapnya.

Chengdu -juga turut mengoperasikan kereta bawah tanah- jadi kota pertama di China yang resmi memperkenalkan jalur rel gantung, namun tahun depan bakal menghiasi kota kosmopolitan Shanghai.

Tahun lalu Kota Shanghai sudah mengumumkan rencana ‘kereta gantung’ berdesain masa depan pada ajang China International Rail Transit Technology Exhibition. Walaupun begitu, tampaknya Chengdu jadi kota pertama yang bakal resmi mengoperasikan kereta rollercoaster bertenaga baterai.

Jika kereta rollercoaster bertenaga baterai pertama di dunia sukses berat pada peluncuran resmi dan hari berikutnya, kemungkinan besar kota-kota di negara lain turut mengikutinya. Pada akhirnya China kembali unggul dalam inovasi baru transportasi massal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here