Kisah Calon Haji Ilegal Ke Tanah Suci Lewat Filipina

Ibadah Haji adalah salah satu rukun iman bagi umat Muslim yang wajib dijalankan bagi yang mampu. Ratusan juta umat Muslim menunaikan ibadah haji setiap tahunnya. Tapi kisah yang satu ini sangat mengejutkan, yaitu berangkat haji dengan menggunakan jalur ilegal.

177 Calon haji penumpang Philippines Airlines asal Indonesia menggunakan jalur ilegal. Mereka diduga kuat menggunakan dokumen palsu yang diatur oleh sindikat di Filipina. Lantas para anggota jemaah ilegal ini akhirnya diturunkan dari pesawat, lantaran tak bisa berbicara Tagalog yang menjadi bahasa resmi Filipina.

“Mayoritas WNI berasal dari Sulawesi Selatan (50 persen). Selebihnya berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Jambi, Riau, Sumbawa, DI Yogyakarta, Banten, serta Lampung,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta, Minggu (21/8).

Berdasarkan laporan, mereka para jemaah ini membayar 6.000 sampai 10.000 dolar  untuk dapat berangkat haji menggunakan kuota cadangan yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada jemaah haji Filipina.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Jamil mengimbau kepada warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji menggunakan jalur resmi. Selain itu, warga yang ingin berhaji dihimbau agar mendaftarkan diri sedini mungkin, karena ketersediaan kuota dan minat calon haji memang tidak berimbang.

“Saya tentu mengimbau jangan menggunakan modus seperti itu. Apalagi, meminta visa di negara lain,” katanya.

Lanjut dia mengatakan, bahwa lebih baik menggunakan jalur resmi, karena lebih terjamin dan aman.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir sedang berupaya untuk membebaskan para jemaah haji WNI ini terus dari pemerintah Filipina.

Kabar terkini dari para jemaah haji ilegal saat ini sedang ditahan di Dentensi Imigrasi Camp Bagong Diwa Bicutan, Manila. Verifikasi verbal terhadap 177 WNI ini sudah diselesaikan dilakukan oleh Tim KBRI Manila dan dibantu dua orang dari tim pusat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here