Published On: Ming, Mei 14th, 2017

Masuk Dalam Cyber Global, Kominfo Beri Tips Netizen

cyber

Jalaon.com – Serangan cyber berskala raksasa yang diyakini dikembangkan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS kini tengah menyerang sejumlah institusi dan organisasi di dunia. Serangan peretas itu bahkan telah melanda 99 negara, di antaranya Inggris, AS, China, Rusia, Spanyol dan Italia.

Tak hanya negara-negara tersebut, ternyata Indonesia juga ikut jadi korban target serangan. Kabar ini sudah beredar di kalangan para pegiat cyber security di Indonesia. Hal itu juga dibenarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Menurut laporan yang diterima Menkominfo, serangan ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais, Jakarta. “Ini bukan (kerjaan) hacker lagi, ini sudah katagori teroris. Hacker punya etika, tidak pernah menyerang Rumah Sakit,” kata Dirjen Aplikasi Informatika Menkominfo Semuel Abrijani Pangerapan, Sabtu (13/5).

Dikutip wowkeren Sammy juga menjelaskan bahwa serangan cyber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware. Malware akan menyerang dengan cara mengunci komputer atau mengenkripsi semua file yang ada sehingga tak bisa diakses kembali.

Sementara ransomware yang baru menyerang ini disebut Wannacry. Kelompok peretas meminta dana tebusan agar file-file yang dibajak bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi. Mereka meminta dana tembusan melalui bitcoin yang setara dengan USD 300.

Menkominfo pun memberikan sejumlah langkah yang dilakukan untuk mencegah terinfeksi malware ransomare jenis wannacry. Pertama adalah, update security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoft. Jangan mengaktifkan fungsi macros, non-aktifkan fungsi SMB v1, block 139/445 dan 3389 Ports. Serta selalu backup file penting di komputer.