Megawati Buka Pameran Arsip Sejarah Indonesia di Kantor UNESCO Paris

sdsdfff

Jalaon.com – Mantan presiden RI, Megawati Soekarno Putri, membuka pameran arsip Indonesia bertajuk “Preservation of Indonesian Archives and Documentary Heritage: Asian-African Conference, Non-Aligned Movement, and Indian-Ocean Tsunami Archives” yang diadakan di Kantor Delegasi Tetap RI untuk UNESCO bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Markas UNESCO, Paris, Perancis.

Acara tersebut telah dihadiri oleh Frank La Rue dan para duta besar negara-negara anggota UNESCO, Asisten Direktur Jenderal UNESCO Bidang Komunikasi dan Informasi, , korps diplomatik, dan juga para WNI yang berada di Prancis.

Tujuan Megawati membuat pameran arsip sejarah ini adalah untuk mempertahankan jati diri bangsa Indonesia. “Arsip adalah kebudayaan yang tidak boleh musnah. Sebab, jati diri sejati setiap bangsa terpatri di dalamnya”. jelas Megawati.

Dalam sambutan pada acara tersebut, Megawati menekankan akan pentingnya arsip sebagai catatan sejarah suatu bangsa. Kehadiran putri dari Ir. Soekarno ini karena ia juga merupakan saksi sejarah pada penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang dimotori oleh Bung Karno, serta menjadi delegasi termuda dalam KTT Gerakan Non Blok tahun 1961 di Beograd.

Megawati pun tak lupa mengucapkan rasa terima kasih kepada UNESCO yang sudah bersedia memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk didaftarkannya arsip – arsip sejarah Indonesia menjadi bagian dari “Memory of the World”.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan UNESCO yang telah menetapkan arsip Konferensi Asia Afrika (KAA) sebagai Memory of The World,” ucap Megawati.

Sementara itu, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan, juga telah memperkenalkan ketiga arsip tersebut sebagai catatan sejarah yang tidak dapat dihapus dari ingatan rakyat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here