Published On: Kam, Nov 10th, 2016

Membongkar Mitos ‘Thigh Gap’ Yang Bikin Wanita Minder

Jalaon.com – Sejumlah wanita di negara-negara Eropa dan Barat sangat terobsesi memiliki ‘thigh gap’ untuk dipamerkan ke sosial media. Thigh gap atau paha renggang adalah sebuah istilah untuk ruang kosong di antara dua paha bagian dalam (sebelah kanan dan kiri), biasanya lebih gampang terihat ketika posisi berdiri.

Tidak semua wanita punya thigh gap, biasanya lebih mudah diperoleh jika bertubuh langsing. Beberapa kaum hawa mengaku minder melihat tubuh proporsional orang lain, sehingga malu menatap kondisi tubuh sendiri. Memiliki thigh gap dianggap prestasi membanggakan, padahal banyak sekali kekeliruan seperti dilansir Huffingtonpost, Kamis (10/11/2016).

Benarkah Thigh Gap Cuma Mitos?

Benarkah Thigh Gap Cuma Mitos?

Pengaruh gen

Ada atau tidaknya thigh gap sangat dipengaruhi gen, khususnya bentuk tulang panggul. Semua sangat tergantung dari pembentukan tulang panggul, mungkin saja pinggul lebih lebar atau lebih sempit, dalam kaitannya dengan lutut. Artinya, beberapa wanita mungkin punya lebih banyak lekukan dan sebagian lagi tidak. Itu juga berlaku pada wanita yang punya ukuran dan berat badan serupa. Otot turut mempengaruhi pembentukan yang hampir serupa tulang.

Kadar lemak tubuh

Selain pengaruh gen -pembentukan tulang dan otot pinggul- faktor lain turut mempengaruhi adalah kadar lemak tubuh. Seorang wanita bertubuh kurus, otot aduktor rendah dan bentuk tulang pinggul relevan tetapi bawa banyak ekstra lemak kemungkinan besar tidak terbentuk thigh gap karena ekstra lemak tertimbun di sekitar paha.

Sedangkan wanita bertubuh kurus -kadar lemak rendah- mungkin tidak memiliki thigh gap jika otot aduktor tinggi dan tulang panggul berbentuk alternatif. Apakah menurunkan berat badan membuat wanita berpotensi punya ‘thigh gap’? Mungkin saja.

Kebenaran soal thigh gap

Memiliki thigh gap sama sekali tidak ada manfaat bagi kesehatan. Tidak akan membuat kaki tambah kuat atau berlari cepat. Tidak akan mengurangi resiko penyakit diabetes dan bahkan sama sekali terlihat tidak menarik bagi beberapa pria. Ketimbang fokus pada bentuk indah dan sempurna justru lebih baik perhatian penuh pada kesehatan, memastikan tubuh tidak gampang jatuh sakit akibat metode diet berbahaya dan berlebihan.