Published On: Sab, Sep 10th, 2016

Memperingati 12 Tahun Tragedi Bom Kuningan

fggbf

Jalaon.com – Tragedi bom Kuningan, Jakarta Selatan pada 9 September 2004 tepat 12 tahun yang lalu pada hari ini para korban bom kuningan menggelar peringatan 12 tahun tragedi kelabu tersebut. Mereka menyerukan pesan kemanusiaan dan misi perdamaian.

Acara ini dikemas dalam bentuk silaturahmi antara para korban dengan wartawan. Sejumlah korban dari tragedi bom Kuningan hadir dan menyampaikan pesan perdamaian dalam kegiatan ini.

Acara bertajuk “Kekerasan Jangan Dibalas dengan Kekerasan” tersebut adalah seruan kepada masyarakat bahwa betapa pentingnya mewujudkan perdamaian.

Ketua Forum Kuningan, Mulyono Sutrisman mengatakan bahwa forum ini akan terus digelar untuk memperingati tragedi tersebut, menurutnya dengan adanya acara peringatan ini akan mewujudkan kewaspadaan bagi para masyarakat.

“Kita masih dan akan terus mengenang aksi brutal itu, tragedi itu memang sudah berlalu, namun tidak boleh dilupakan agar masyarakat selalu waspada. Kejahatan kemanusiaan itu tidak boleh terjadi di masa depan,” tegas Mulyono di Kawasan Slipi, Jakarta Barat, (10/9/2016).

Mulyono menambahkan bahwa kekerasan tidak boleh dibalas dengan kekerasan, dan mereka yang bergabung dalam forum yang juga sebagai korban aksi brutal bom kuningan tersebut tidak menginginkan hal tersebut terjadi lagi di masa depan.

Tepat 12 tahun yang lalu yaitu pada 9 September 2004 pukul 10.30 WIB adalah tragedi yang memilukan bagi para korban bom tersebut. Bom tersebut meledak dari sebuah mobil yang berada tepat di depan pintu masuk Kedubes Australia di jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam tragedi tersebut telah banyak menelan korban, salah satunya yaitu, Satpam Kedubes Australia, para staff, para pemohon visa dan warga sekitar yang melintas di jalan tersebut. Dan akibat dari bom besar itu menyebabkan kerusakan parah gedung Kedubes Australia.