Published On: Sab, Agu 20th, 2016

Menambah Fitur Autopilot, Mobil Malah Tabrakan

Sudah merogoh kocek sekitar puluhan juta rupiah untuk memodifikasi mobil dengan menambahkan fitur Autopilot, malah terjadi hal yang tak diinginkan. Kecelakaan yang terjadi di Shanghai, China membuat pemilik mobil Tesla, Luo Zhen, mengajukan surat protes kepada Tesla Motor. Luo menuding Tesla membuat fitur autopilot yang diiklankan Tesla adalah palsu.

Dilansir dari Shanghaiist, Sabtu 13 Agustus, mode autopilot mobil yang dikendarai Luo pria berusia 33 tahun ini, tengah aktif ketika melaju di jalan tol. Celakanya, mobil tersebut menabrak mobil yang parkir ilegal di sisi kiri jalan tol. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Sang pengemudi justru menyalahkan produsen mobil karena memberikan informasi yang tidak sesuai tentang konsep autopilot sebagaimana yang tertulis dalam iklan mobil Tesla. Luo mengatakan penjual mengatakan sistem ini bisa mengemudikan sendiri mobil tersebut dan mengambil alih tugas pengemudi.

Tergiur setelah melihat iklan untuk Autopilot tersebut, Luo pun memutuskan untuk merogoh kocek 27,5 ribu yuan atau Rp 54,23 juta untuk melengkapi mobilnya dengan sistem autopilot. Fitur ini telah membuat Luo merasa kecewa karena hasilnya tidak sesuai dengan yang dibayangkan sebelumnya.

“Kesan yang diberikan bahwa mobil itu bisa menyetir sendiri, sama sekali tak bisa membantu pengemudi,” kata Luo

Lalu apa pendapat Tesla? Mereka justru mengungkap bahwa pengemudi tetap harus bertanggung jawab saat mengemudi walaupun fitur autopilot telah diaktifkan.

“Autosteer yang merupakan fitur bantuan, tetap memerlukan pengemudi untuk tetap memegang setir mobil,” kata pihak Tesla.

Tujuannya dari fitur Autopilot tersebut adalah agar pengemudi bisa sigap mengambil alih kendaraan, misalnya saja untuk menghindari kecelakaan yang akan terjadi. Mereka juga menyebut Luo tak mengikuti instruksi Tesa dengan baik dan tak memegang setir mobil ketika terjadi kecelakaan saat fitur autopilot diaktifkan.