Mengapa Cicak Harus Dibunuh?

Jalaon.com – Pernahkah Anda mendengar mitos “jika membunuh cicak 1 kali langsung mati, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala” Kata-kata itu juga pernah saya dengar dari teman-teman sekitar.

Namun, tahukah Anda? Jika Membunuh Cicak, Akan Mendapat Pahala? Berikut penjelasannya.
Cicak merupakan hewan fasik, 2 hewan yang digolongkan fasik dan diperintahkan untuk dibunuh adalah cicak dan tokek.

Hal ini, berdasarkan hadits Sa’ad bin Abi Waqqosh, beliau mengatakan “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh tokek, beliau menyebut hewan ini dengan hewan yang fasik” (HR. Muslim, no. 2238) An Nawawi membawakan hadits ini dalam Shahih Muslim dengan judul Bab “Dianjurkannya Membunuh Cicak.”

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan, dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua.” (HR. Muslim, no. 2240)

Dari Ummu Syarik-Radhiyallahu ‘anha-, ia berkata
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda, “Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim ‘alaihis salam.” (HR. Bukhari, no. 3359)
Kata Imam Nawawi, dalam satu riwayat disebutkan bahwa membunuh cicak akan mendapat 100 kebaikan. Dalam riwayat lain disebutkan 70 kebaikan.

Kesimpulan dari Imam Nawawi, semakin besar kebaikan atau pahala dilihat dari niat dan keikhlasan, juga dilihat dari makin sempurna atau kurang keadaannya.
Seratus kebaikan yang disebut adalah jika sempurna, tujuh puluh jika niatannya untuk selain Allah. Wallahu a’lam. (Syarh Shahih Muslim, 14 : 210-211)

Dan untuk membunuh cicak adalah sebuah perintah. Ini dapat kita lihat dari hadits-hadits di atas.
Selain itu faktanya, cicak lebih banyak membawa keburukan, seperti contohnya sering mengotori masjid, mushollah, bahkan di rumah-rumah orang dengan kotorannya.
Dan dalam hadits di atas, cicak telah membantu meniup api, ketika Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dibakar, sehingga api tersebut menjadi tambah besar.

Dan dalam sejarah Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam, cicak juga disebut hewan fasik karena ketika Rasululllah berada bersembunyi di dalam gua, dan kaum musuh mencari serta tepat berada di mulut gua, cicak tersebut bersuara.

Sudah menjadi, kebiasaan bahwa jika ada cicak bersuara, maka pertanda ada manusia.
Namun, untunglah sarang laba-laba dan juga sarang burung di mulut gua membuat ragu kaum musuh, dan tidak meneruskan pencariannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here