Published On: Sel, Jul 25th, 2017

Menperin : Beralih ke Mobil Listrik Membutuhkan Masa Transisi

Jalaon.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Airlangga Hartanto saat ini tengah mengkaji terkait skema pengembangan mobil listrik setelah sebelumnya menyelesaikan program green car atau Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2).

Airlangga mengatakan bahwa terlaksananya rencana proyek tersebut bisa direalisasikan apabila di Indonesia sudah tersedia BBM euro IV selambat – lambatnya pada tahun 2019 mendatang.

“Kebijakan ini dapat terlaksana apabila BBM Euro IV sudah tersedia pada 2019 atau lebih cepat,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Sebelumnya, pemerintah memang berencana untuk menurunkan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030 mendatang, oleh karena itu pemerintah sangat mendukung penuh untuk bisa melaksanakan proyek kendaraan bermotor hemat energi atau mobil listrik di Indonesia.

Sementara itu, Arilangga mengatakan bahwa perubahan kebijakan dari mobil bahan bakar umum kepada mobil listrik memerlukan masa transisi yang tidak bisa diterapkan secara langsung. Oleh karena itu ia mengusulkan untuk menggunakan mobil hybrid terlebih dahulu sebelum akhirnya beralih ke mobil listrik.

“Sebelum ke mobil listrik, kita sebaiknya masuk yang hybrid dulu,” ucapnya.

Mobil hemat energi atau mobil listrik saat ini sudah banyak digunakan oleh negara – negara lain di seluruh dunia yang diketahui sudah mencapai empat juta unit, Menperin menegaskan bahwa pemerintah sudah memasukkan kebijakan tersebut di dalam rencana proyek Kementerian Perindustrian dalam sektor industri otomotif.